XL Axiata Akan Rights Issue 2,75 Miliar Saham Usai Akuisisi Link Net

Emiten telekomunikasi, PT XL Axiata Tbk (EXCL) bersiap menambah modal dengan skema hak memesan efek di muka (HMETD) atau masalah hak.

Berdasarkan pengumuman yang disampaikan manajemen, XL Axiata berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 2,75 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp 100 per saham melalui Penawaran Umum Terbatas III.

Guna memuluskan rencana aksi korporasi ini, perseroan akan meminta restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) pada 10 Agustus 2022.

Manajemen XL Axiata menyampaikan, masalah hak hal ini dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan dalam rangka mengembangkan kegiatan usaha penyelenggaraan jasa telekomunikasi. Kemudian, pengembangan usaha di bidang telekomunikasi dan/atau jaringan multimedia yang merupakan bagian dari kegiatan usaha utama perusahaan serta ketentuan lain yang dapat menunjang pertumbuhan usaha perusahaan.

“Sehingga akan berpengaruh positif terhadap kondisi keuangan perusahaan,” kata manajemen XL Axiata, Senin (4/7), dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Apabila tidak ada atau hanya sebagian pemegang saham yang melaksanakan HMETD yang dimilikinya, maka seluruh sisa saham baru yang tidak diambil bagian atau dibeli akan dibeli oleh pembeli siaga, yang akan ditunjuk kemudian. Jika pemegang saham tidak melaksanakan HMETD-nya, maka persentase kepemilikan di perusahaan tersebut akan terdilusi menjadi sebanyak 20,49%.

Perseroan berencana menggunakan seluruh dana bersih yang diperoleh dari PUT III, setelah dikurangi biaya emisi saham, untuk melunasi utang.

Seperti diketahui, sebelumnya operator telekomunikasi berkode EXCL ini telah menyelesaikan pembelian 66,03% saham PT Link Net Tbk (LINK) dari Grup Lippo senilai Rp 8,72 triliun.

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, seiring dengan meningkatnya permintaan layanan digital, XL Axiata bersiap untuk mewujudkan visinya menjadi operator konvergensi terkemuka di Indonesia.

Baca Juga:   Alfamart Tebar Dividen Rp 779 Miliar, Simak Jadwalnya

“Sinergi yang akan dibuka melalui kerjasama dengan Link Net ini menghadirkan proposisi yang menarik mengingat merupakan peluang untuk menggabungkan kekuatan konektivitas mobile, layanan broadband berbasis kabel, dan konten,” kata Dian.

Dari sisi kinerja keuangan perusahaan, hingga kuartal I, EXCL mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 8% menjadi Rp 6,75 triliun pada kuartal I tahun ini. XL mencatat pendapatan dari layanan data sebesar Rp 5,91 triliun, naik 10% setiap tahunnya.

Dari pendapatan tersebut, kontribusi terbesar masih ditopang oleh pendapatan data yaitu 96% dari pendapatan EXCL. Selama 3 bulan pertama tahun 2022, trafik data XL Axiata meningkat pesat menjadi 34% per tahun dari 1.391 Petabyte menjadi 1.857 Petabyte. Sementara itu, EBITDA kuartal I 2022 meningkat 2% per tahun menjadi Rp 3,17 triliun dengan margin 47%.

Sementara itu, ARPU blended perusahaan meningkat menjadi Rp 36 ribu dari Rp 35 ribu pada periode yang sama tahun lalu, dengan jumlah pelanggan meningkat menjadi 57 juta dan tingkat penetrasi smartphone meningkat 3% YoY menjadi 93%. intinya perusahaan. EXCL membukukan laba bersih sebesar Rp 139 miliar.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli XL Axiata Akan Rights Issue 2,75 Miliar Saham Usai Akuisisi Link Net

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaXL Axiata Akan Rights Issue 2,75 Miliar Saham Usai Akuisisi Link Net

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini