Wood Mackenzie: Harga Minyak Akan Tetap tinggi hingga 2023

Harga bahan bakar minyak diperkirakan akan tetap tinggi hingga tahun depan. Konsultan dan riset energi global, Wood Mackenzie, mengatakan kenaikan tersebut dipengaruhi oleh gangguan pasokan minyak Rusia di tengah tingginya permintaan minyak setelah aktivitas publik pulih dari pandemi Covid-19.

Konsultan kayu Mackenzie mengatakan tekanan pasokan minyak akan mereda pada paruh kedua tahun depan. Pasalnya, beberapa pabrik besar baru di Timur Tengah mulai beroperasi.

Analis kayu Mackenzie Alan Gelder mengatakan rekor harga bensin dan solar saat ini di Amerika Serikat, Eropa dan di tempat lain telah mengurangi permintaan minyak global sekitar satu juta barel per hari (bph). Jumlah ini setara dengan 1% dari permintaan global. “Sistemnya terlihat sangat ketat sampai kapasitas (pemurnian) baru muncul,” kata Gelder Reuters pada Jumat (16/6).

Lebih lanjut, kata Wood Mackenzie, keuntungan pabrik dari penyulingan minyak mentah menjadi bahan bakar seperti bensin dan solar mencapai rekor tertinggi sekitar US$30 per barel.

Embargo Uni Eropa terhadap minyak Rusia pada Februari telah menyebabkan penurunan produksi minyak mentah dan kilang Rusia. Hal ini berdampak pada terganggunya aliran minyak di seluruh dunia dan mendorong harga minyak lebih tinggi.

Wood Mackenzie memperkirakan harga minyak mentah tahun depan akan berada pada rata-rata US$ 100 per barel. Angka ini lebih rendah dari perkiraan rata-rata harga minyak saat ini yang berada di kisaran US$ 110 per barel.

Sementara itu, harga patokan minyak mentah Brent saat ini mendekati US$ 120 per barel. “Tahun depan, rata-rata margin penyulingan global diperkirakan akan melampaui kisaran rata-rata lima tahun mereka, meskipun tidak sebesar 2022,” kata Gelder.

Gelder melanjutkan, saat ini sektor pengilangan beroperasi maksimal dengan mengutamakan solar. Namun, pasokan tetap tidak mencukupi untuk memenuhi permintaan karena ekonomi terus pulih dari pandemi Covid-19. Permintaan dari pasar solar dan minyak gas masih kekurangan pasokan sekitar 800.000 barel per hari.

Baca Juga:   Protes Kasus Korupsi Ekspor CPO, Asosiasi Ancam Tidak Ikut Migrasi Subsidi

Lonjakan harga bahan bakar telah menekan anggaran rumah tangga karena biaya perjalanan dan transportasi meningkat di banyak bagian dunia. Untuk meringankan beban itu, WoodMac mengharapkan kapasitas penyulingan baru di sejumlah negara untuk meningkatkan volume menjadi 2,5 juta barel per hari selama tiga kuartal ke depan.

Pabrik-pabrik yang dimaksud adalah pabrik Jizan di Arab Saudi dengan 400.000 barel per hari, pabrik minyak Dangote di Nigeria dengan 650.000 barel per hari dan pabrik al-Zour di Kuwait dengan 615.000 barel per hari. “Dan beberapa tempat di China,” tulis Wood Mackenzie.

Tingginya harga minyak dunia juga mempengaruhi harga minyak mentah Indonesia (ICP). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga rata-rata ICP minyak mentah Indonesia sebesar US$ 109,61 per barel pada Mei 2022. Nilai ICP ini meningkat US$ 7,1 per barel dari US$ 102,51 per barel pada April 2022.

Berdasarkan Ringkasan Eksekutif Tim Harga Minyak Mentah Indonesia, kenaikan ini terjadi karena beberapa faktor. Faktor terbesar adalah pengenaan sanksi oleh Uni Eropa terhadap Rusia berupa embargo minyak mentah.

Embargo tidak hanya mengganggu pasokan minyak mentah global tetapi juga meningkatkan kekhawatiran pasar. Apalagi, terjadi peningkatan permintaan bahan bakar dan bahan bakar jet di AS dan Eropa memasuki musim panas.

Untuk kawasan Asia Pasifik, kenaikan harga dipengaruhi oleh rencana pembukaan kembali Shanghai setelah lockdown ketat selama 2 bulan. Tingginya harga ICP ini membuat pemerintah mengusulkan tambahan subsidi energi untuk tahun ini. Awalnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara mengasumsikan ICP hanya US$63 per barel sepanjang 2022.

Sementara itu, dalam rapat Badan Anggaran DPR pada Selasa (14/6) kemarin. Komisi VII DPR RI bersama Banggar mengusulkan harga ICP di kisaran US$ 90 hingga US$ 110 per barel.

Baca Juga:   Eropa Mulai Ganti Minyak Rusia dengan Minyak dari Timur Tengah

Jumlah tersebut lebih besar dari usulan Kementerian Keuangan dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) sebesar US$80 hingga US$100 per barel.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Wood Mackenzie: Harga Minyak Akan Tetap tinggi hingga 2023

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaWood Mackenzie: Harga Minyak Akan Tetap tinggi hingga 2023

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini