Status Darurat PMK, Semua Provinsi di Jawa Masuk Zona Merah

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menetapkan status Keadaan Darurat Khusus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Keadaan darurat berlaku hingga akhir tahun 2022.

Ketentuan ini tertuang dalam Keputusan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) Nomor 47 Tahun 2022. Dalam keputusan tersebut, kepala daerah dapat menetapkan status darurat penyakit mulut dan kuku untuk mempercepat penanganan PMK di daerahnya masing-masing. daerah.

“Segala biaya yang timbul akibat berlakunya keputusan ini dibebankan pada APBN, dana siap pakai yang tersedia pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan sumber pendanaan lain yang sah dan tidak mengikat sesuai dengan ketentuan. peraturan perundang-undangan,” tulis Kepala BNPB, Suharyanto, pada Keputusan Kepala BNPB No. 47-2022, dikutip Jumat (30/6).

Sementara itu, Keputusan Menteri Pertanian no. 43 Tahun 2022 telah ditetapkan daerah epidemi penyakit mulut dan kuku. Wilayah wabah PMK meliputi 19 provinsi, yaitu:

  1. Aceh
  2. Kepulauan Bangka Belitung
  3. Riau
  4. Sumatera Barat
  5. Sumatera Utara
  6. Sumatera Selatan
  7. Jambi
  8. Bengkulu
  9. Lampung
  10. Banten
  11. DKI Jakarta
  12. Jawa Barat
  13. Jawa Tengah
  14. DI Yogyakarta
  15. Jawa Timur
  16. Nusa Tenggara Barat
  17. Kalimantan Barat
  18. Kalimantan Tengah
  19. Kalimantan Selatan.

Dari total wilayah tersebut, terdapat 14 wilayah yang terkonfirmasi PMK dengan jumlah kabupaten/kota terjangkit lebih besar atau sama dengan 50% dari jumlah kabupaten/kota yang dinyatakan terjangkit wabah PMK. Daerah-daerah tersebut berada di Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, dan seluruh provinsi di Pulau Jawa.

Dengan demikian, seluruh provinsi di Jawa telah menjadi daerah terjangkit PMK atau menjadi zona merah. Suatu provinsi memperoleh status ini jika 50% dari total populasi ternak terinfeksi PMK

Berdasarkan siagapmk.id, jumlah ternak yang mati akibat PMK mencapai 1.774 di 19 provinsi pada 1 Juli 202 pukul 11.29 WIB. Sedangkan jumlah ternak yang terjangkit PMK sebanyak 298.933 ekor yang tersebar di 223 kabupaten/kota.

Baca Juga:   Kementan Anggarkan Rp 48 Miliar untuk Atasi Wabah PMK

Sedangkan total ternak yang telah divaksinasi sebanyak 201.715 ekor. Vaksinasi terbanyak terjadi di Jawa Timur yaitu mencapai 101.039 ekor.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, total vaksin yang telah didistribusikan mencapai 800.000 dosis. Anggaran pembelian 3 juta dosis vaksin sudah disetujui pemerintah. “Pembayaran sedang dalam proses, tidak bisa tunai seperti di toko,” kata Yasin di kompleks Kementerian Pertanian, Kamis (30/6).

Kementerian Pertanian menjelaskan, harga per vaksin dalam anggaran pengadaan vaksin adalah Rp 38.000 per dosis. Total kebutuhan vaksin untuk dua vaksin dan satu dosis booster mencapai 43,66 juta dosis atau senilai Rp 1,65 triliun.

Yasin mengatakan, Kementerian akan fokus pada proses pencegahan dan penanganan PHK. Karena itu, Yasin belum melakukan mitigasi lebih lanjut terkait daging dari ternak yang mati akibat PMK selain memberikan santunan maksimal Rp 10 juta per ekor.

Sekretaris Jenderal Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Kasdi Subagyono mengatakan, total anggaran yang telah disetujui rapat koordinasi terbatas dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebesar Rp 4,66 triliun. Dana tersebut berasal dari anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Reporter: Andi M. Arief

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Status Darurat PMK, Semua Provinsi di Jawa Masuk Zona Merah

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaStatus Darurat PMK, Semua Provinsi di Jawa Masuk Zona Merah

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini