Simon Lin : Potensi Keunggulan Ekonomi Digital di Asia Pasifik

Aktivitas bisnis berkembang di kawasan Asia Pasifik saat ini. Dana Moneter Internasional memprediksi pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Asia-Pasifik tahun ini sekitar 4,9%. Namun, prediksi itu hanya bisa terwujud jika pelaku usaha melakukan perubahan besar pada ekonomi digital.

Pandemi Covid-19 membuat pekerja dan konsumen semakin mengharapkan bisnis didukung secara digital. Lembaga penelitian International Data Corp memperkirakan bahwa setidaknya 65% dari PDB akan didigitalkan tahun ini, dan satu dari tiga perusahaan akan memperoleh lebih dari 30% pendapatannya dari produk dan layanan digital pada tahun 2023.

Asia Pasifik juga merupakan pasar yang strategis karena sebagian besar negara di kawasan ini menunjukkan tekad untuk bersaing dalam ekonomi digital. Mereka telah mengembangkan kebijakan yang jelas dan mendorong inisiatif agar pelaku usaha lokal dapat mendorong transformasi digital.

Dengan menyadari potensi ini, Huawei termasuk di antara mereka yang terus melakukan investasi signifikan untuk membantu bisnis di Asia Pasifik menjalani transformasi digital. Dengan begitu, mereka menjadi lebih tangguh dan mampu menangkap peluang di sektor ekonomi digital.

Pilar Ekonomi Digital

Konektivitas adalah urat nadi ekonomi digital. Huawei membantu mengembangkannya dengan menyediakan konektivitas ke lebih dari 90 juta rumah tangga dan 1 miliar pengguna ponsel di Asia Pasifik. Pengembangan infrastruktur unggul dan hijau, termasuk layanan 5G, jalur lebarhari Pusat Data terus berlanjut.

Dengan perkembangan teknologi tersebut, perusahaan telekomunikasi lokal menjadi lebih efisien. Hal ini kemudian berdampak pada peningkatan efisiensi operasional, investasi, rencana pengembangan jaringan, dan lainnya.

Dengan memodernisasi jaringan yang ada menggunakan teknologi terkini, perusahaan telekomunikasi juga dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan mereka sekaligus meningkatkan efisiensi energi.

Selain konektivitas, teknologi komputasi awan (komputasi awan) dan kecerdasan buatan (kecerdasan buatan, AI) juga merupakan pilar penting ekonomi digital. Menggunakan komputasi awanbanyak organisasi dapat mengakses teknologi awan dan data lebih cepat.

Hal ini tentu saja dapat mempercepat laju inovasi. Sementara itu, AI selain membantu meningkatkan efisiensi, juga dapat meningkatkan kecepatan dan akurasi dalam pengambilan keputusan.

Baca Juga:   Cara Kominfo Lengkapi Channel di TV Digital agar Tak Hanya Ada TVRI

Kombinasi dari ketiga hal penting tersebut tentunya akan memperkuat perusahaan dalam menghadapi tuntutan bisnis yang selalu berubah. Mereka juga dapat menemukan model bisnis baru dan peluang pendapatan tambahan.

Bagi seluruh organisasi, transformasi digital bukan lagi sekadar target. Mereka bertujuan untuk menciptakan lebih banyak nilai baru melalui upaya transformasi.

Salah satu perusahaan manajemen aset yang saya temui baru-baru ini membagikan harapan yang ingin dicapai dengan transformasi digital.

Pertama, mereka mencari cara untuk meningkatkan pengalaman konsumen mereka dalam manajemen aset yang cerdas dan mudah.

Kedua, mereka ingin menggunakan energi digital untuk berkontribusi lebih banyak dalam membangun komunitas yang hijau dan berkelanjutan.

Ketiga, mereka memikirkan sejumlah cara untuk mengembangkan bisnis digital mereka, seperti menawarkan lebih banyak layanan digital atau mendaftar perdagangan elektronik.

Membantu Pelaku Usaha Menciptakan Nilai Baru

Sebagai organisasi yang berorientasi pada konsumen, Huawei tidak hanya menyediakan beragam teknologi kepada pelanggannya. Yang paling penting adalah bekerja lebih erat dengan organisasi bisnis dari berbagai industri di Asia Pasifik untuk menemukan ceruk bisnis untuk teknologi yang sedang berkembang, terutama 5G.

Salah satu contohnya adalah kemitraan tahun jamak dengan Rumah Sakit Siriraj di Thailand. Desember lalu mereka meluncurkan proyek 5G Smart Hospital untuk memberikan efisiensi dan kenyamanan bagi pasien yang menggunakan teknologi, termasuk 5G, awandan AI.

Rumah Sakit Siriraj dan Huawei juga mendirikan Laboratorium Inovasi Bersama sebagai tempat inkubasi dan mempromosikan 30 aplikasi medis 5G tahun ini. Pada bulan Desember 2021, program kotak medis portabel 5G, kendaraan nirkabel 5G, troli medis 5G, dan tempat tidur pintar 5G sudah berlangsung.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Mahidol, Prasit Watanapa, mengatakan penggunaan teknologi digital baru mendorong inovasi dan menciptakan nilai baru. Rumah Sakit Siriraj dapat menjadi panutan bagi rumah sakit umum lainnya serta cetak biru rumah sakit pintar berikutnya di Thailand.

Baca Juga:   Telkom Perkuat Kemitraan Strategis dengan Singtel

Dengan demikian, ini bisa menjadi model untuk meningkatkan industri perawatan kesehatan Thailand di masa depan.

Dengan membantu pelanggannya melakukan transformasi yang memanfaatkan teknologi, Huawei membantu organisasi di Asia Pasifik membangun bisnis dan membekali mereka dengan praktik terbaik untuk mengadopsi teknologi yang berkembang.

Ini juga membuat industri tradisional dan organisasi konservatif lebih percaya diri untuk bertransformasi dan tumbuh lebih besar dalam ekonomi digital.

Menjadi perusahaan yang berorientasi pada konsumen bukan hanya slogan, tetapi juga merupakan bagian penting dari Huawei. Untuk mempertahankannya, nilai itu juga tertanam di Indikator kinerja utama (KPI) Huawei.

Misalnya, direktur lokal Huawei di Asia Pasifik akan mengevaluasi penjualan 5G yang diterimanya serta seberapa besar kepuasan pelanggannya.

Mendorong Ekosistem TI Asia Pasifik

Perkembangan ekonomi digital membutuhkan kreativitas dalam menggunakan berbagai teknologi. Juga tidak realistis jika hanya mengandalkan satu vendor untuk menjadi organisasi yang mengutamakan digital. Itu sebabnya Huawei juga membangun ekosistem industri terbuka dengan mitra dan pelanggannya.

Hingga saat ini Huawei telah membangun kemitraan dengan hampir 10 ribu perusahaan dan mitra awan, serta 200 universitas di Asia Pasifik. Ini termasuk 17 nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan industri dari Singapura, Malaysia, Thailand, Indonesia, dan Bangladesh untuk kampus pintar, Pusat Data, kekuatan digitaldan Huawei Cloud pada Mei 2022.

Huawei juga membantu riset dan pengembangan pasar lokal untuk berinovasi sesuai kebutuhan konsumen. Di Singapura, Open Lab telah dibangun. Ada juga Pusat Inovasi Ekosistem 5G di Thailand yang telah mengumpulkan lebih dari 100 mitra untuk menginkubasi aplikasi 5G mereka.

Dalam mendorong penciptaan nilai baru, Huawei akan menginvestasikan US $ 100 juta dalam program ini memulai Percikan di Asia Pasifik. Sebelumnya, Huawei telah membantu Singapura, Hong Kong, Malaysia, dan Thailand berkembang pusat startup mereka.

Dana tersebut juga akan digunakan untuk mengembangkan empat pusat startup Selain itu di Indonesia, Filipina, Sri Lanka, dan Vietnam. Target keseluruhan adalah merekrut 1.000 memulai ke dalam program akselerator Spark dan kembangkan 100 di antaranya menjadi lebih besar.

Baca Juga:   Makin Serius Garap Metaverse, Induk TikTok Akuisisi Startup VR di Cina

Untuk berhasil dalam ekonomi digital juga membutuhkan orang-orang dengan keterampilan yang tepat. Itulah sebabnya Huawei mendorong berbagai inisiatif untuk membantu pekerja di kawasan Asia Pasifik memperoleh keterampilan digital.

Mei lalu, Huawei ICT Academy bermitra dengan Singapore Polytechnic mengadakan pelatihan bersertifikat untuk industri. Program ini terbuka untuk sarjana baru atau pemegang diploma di bidang teknologi informasi, ilmu komputer, teknik, dan bidang lain yang terkait dengan komputasi awan, sistem komputer, dan jaringan. Pelamar dengan kualifikasi yang berbeda dari lapangan juga dapat dipertimbangkan.

Para peserta pelatihan mempelajari keterampilan penting dan mendasar dalam komputasi awan dan industri AI. Mereka akan disertifikasi di lima sektor, termasuk jaringan komputer, pemrograman Python, AI, layanan awanhari solusi penyimpanan.

Ilmu yang didapat akan membuat mereka lebih siap dengan berbagai peran dan tugas yang ditawarkan Huawei dan mitranya.

Huawei juga akan menginvestasikan 150 juta dolar AS dalam Seeds for the Future Program 2.0 untuk mengembangkan talenta digital global selama lima tahun ke depan. Ada sekitar 170.000 talenta lokal yang sudah dilatih di Huawei ASEAN Academy dan Seeds for the Future. Dalam lima tahun ke depan, diperkirakan ada 500.000 talenta digital baru yang dilatih untuk memajukan ekonomi digital.

Bertekad untuk menjadi kontributor penting bagi ekonomi digital Asia-Pasifik, Huawei ingin membangun ekosistem digital dengan mitra dan konsumen serta fokus pada pengembangan talenta digital.

Selain itu, Huawei akan mendorong penelitian dan pengembangan di Asia Pasifik untuk mentransfer nilai lebih dan membantu bisnis tumbuh menjadi bisnis digital.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Simon Lin : Potensi Keunggulan Ekonomi Digital di Asia Pasifik

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaSimon Lin : Potensi Keunggulan Ekonomi Digital di Asia Pasifik

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini