Siap-siap Terapkan PSAK 74 bagi Asuransi, OJK Gandeng Ikatan Akuntansi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar pertemuan dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) untuk berkolaborasi dalam proses pemantauan dan antisipasi penerapan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) terbaru yang berdampak signifikan terhadap industri jasa keuangan.

Anggota Dewan Komisioner dan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan OJK Sophia Wattimena mengatakan, salah satunya membahas persiapan implementasi beberapa PSAK terbaru, di antaranya PSAK 74 yang berisi Kontrak Asuransi dan SAK Badan Usaha Swasta (EP).

Penerapan PSAK 74 dan SAK EP diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan di industri asuransi sehingga memberikan nilai tambah bagi pengguna laporan keuangan.

“Ini merupakan bentuk tanggung jawab OJK untuk menjaga kinerja industri jasa keuangan dalam rangka mendukung perekonomian nasional,” kata Sophia dalam keterangan tertulis, Selasa (2/8).

Sophia menyebutkan, OJK dan IAI harus meningkatkan kerja sama penerapan PSAK 74 melalui intensifikasi kelompok kerja atau pelatihan, baik untuk industri maupun regulator.

Selain itu, kedua institusi juga perlu melakukan persiapan dan kajian yang komprehensif untuk mengukur dampak implementasi, termasuk terkait infrastruktur sistem dasar atau sistem inti dimiliki oleh industri.

Ketua Dewan Direksi Nasional IAI, Mardiasmo berharap OJK dan Kementerian Keuangan sebagai regulator dapat memperkuat ekosistem pelaporan keuangan di Indonesia. Ia mengusulkan regulator memperkuat regulasi agar laporan keuangan disusun oleh pihak yang memiliki kompetensi dan kualifikasi untuk menyusun laporan keuangan, yaitu pemegang sertifikasi CA/CAFB.

Ke depan, OJK akan meningkatkan kerjasama dengan lebih banyak pertemuan dan diskusi teknis dan fokus pada penguatan ekosistem pelaporan keuangan, serta peningkatan kualitas penyusunan laporan keuangan yang kredibel dan berintegritas.

Asal-usul PSAK 74

PSAK 74 merupakan adopsi dari International Financial Reporting Standard (IFRS) 17: Kontrak Asuransi yang diterbitkan pada tahun 2017 dan akan berlaku efektif pada 1 Januari 2023.

Baca Juga:   OJK Kaji Risiko Produk Hak Kekayaan InteIektual Jadi Jaminan Kredit

Sejak tahun 2018, IAI telah mampu melakukan kajian, permintaan umpan balik, dan diskusi dalam rangka penerapan PSAK 74. Melalui proses yang panjang, pada November 2020 DSAK IAI mengukuhkan PSAK 74: Kontrak Asuransi tanggal efektif 1 Januari 2025 dengan mengizinkan penerapan dini.

Selanjutnya, DSAK IAI juga telah melakukan amandemen terhadap PSAK 74 yang dikukuhkan pada tanggal 17 Desember 2021 yang mengatur tentang penerapan awal PSAK.

Dengan adanya gap waktu efektif penerapan antara Internasional dan Indonesia selama 2 tahun, perlu ada pertimbangan dampaknya bagi pengguna laporan keuangan di industri.

Dengan penerapan PSAK 74, penjualan premi yang dilakukan oleh perusahaan asuransi tidak lagi dapat langsung diakui sebagai pendapatan secara keseluruhan, tetapi hanya margin atau keuntungan yang dihitung secara periodik secara aktuaria yang dapat diakui sebagai pendapatan.

Sejak tahun 2014, OJK dan IAI telah memiliki Nota Kesepahaman sebagai dasar kerjasama dalam rangka melakukan sosialisasi dan edukasi di bidang akuntansi bagi industri jasa keuangan di Indonesia.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Siap-siap Terapkan PSAK 74 bagi Asuransi, OJK Gandeng Ikatan Akuntansi

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BisnisSiap-siap Terapkan PSAK 74 bagi Asuransi, OJK Gandeng Ikatan Akuntansi

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini