Rupiah Melemah Tembus 15.000/US$, BI Sebut Imbas Fenomena Global

Nilai tukar rupiah melemah menjadi Rp 15.023 per dolar AS pada pembukaan perdagangan pasar spot pagi ini. Bank Indonesia mengatakan, pelemahan akhir-akhir ini tidak hanya dialami rupiah, namun mayoritas mata uang Asia lainnya.

Rupiah melemah dalam beberapa pekan terakhir. Sepanjang tahun ini, rupiah telah terkoreksi 5,3%. Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini masih fluktuatif dan sempat menyentuh level terlemahnya di Rp 15.038 pada pukul 10:38 WIB. Namun, nilai tukar rupiah kembali menguat ke kisaran 14.999 sebelum ditutup.

“Banyak mata uang nondolar AS, terutama dari pasar negara berkembang, melemah. Selain rupiah, mata uang Asia lainnya seperti baht Thailand, ringgit Malaysia, peso Filipina, rupee India, won Korea Selatan juga melemah terhadap dolar AS. Artinya, ini fenomena global,” katanya.Kepala Departemen Pengelolaan Moneter BI Edi Susianto kepada Katadata.co.id, Rabu (6/7).

Dia menjelaskan, faktor utama pelemahan rupiah hari ini adalah sentimen eksternal, yakni kekhawatiran pasar atas dampak kenaikan suku bunga yang berpotensi memicu resesi ekonomi, khususnya di Amerika Serikat. Pasar khawatir tentang tekanan inflasi di banyak negara.

Kekhawatiran ini mendorong investor untuk mencari aset yang aman atau mata uang safe haven, salah satunya adalah dolar AS. Alhasil, tak heran indeks dolar terus menguat. Indeks dolar sore ini berada pada pukul 15:30 di atas 106 yang merupakan level tertinggi dalam 20 tahun. Indeks dolar untuk tahun kalender telah menguat 11,3%.

“Ketika aset tempat berlindung yang aman cenderung pasar uang dan ke perbendaharaan AS, jadi menghasilkan Perbendaharaan AS 10 tahun terus menurun,” kata Edi.

Edi berharap penguatan indeks dolar AS akan mulai terkoreksi dengan meredanya sentimen risiko off global. Dengan begitu, rupiah bisa mulai terapresiasi. Optimisme tersebut juga didukung oleh sentimen positif di negara-negara emerging market.

Baca Juga:   Lima Fakta Pembangunan Tol di Era Jokowi, Ditargetkan Tembus 4.761 Km

Selain berharap sentimen mulai mereda mengambil risiko, Edi mengatakan pihaknya juga menyiapkan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas rupiah melalui dua upaya. Pertama, BI memastikan akan ada di pasar melaluidan intervensi tiga kali lipat agar mekanisme pasar dapat berjalan dengan baik melalui langkah-langkah BI untuk menjaga keseimbangan penawaran dan permintaan valas di pasar.

“Dalam hal ini, kami melihat dukungan dari perusahaan pengekspor untuk menjaga permintaan persediaan devisa masih sangat bagus, sehingga pelemahan rupiah semakin parah bisa diatur,” kata Edi.

Kedua, menjaga kondisi likuiditas rupiah pada tingkat yang optimal.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Rupiah Melemah Tembus 15.000/US$, BI Sebut Imbas Fenomena Global

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaRupiah Melemah Tembus 15.000/US$, BI Sebut Imbas Fenomena Global

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini