Profil Raja Juli Antoni, Mantan Ketum IPM yang Jadi Wamen ATR Jokowi
P

Schmu.id, Profil Raja Juli Antoni – Presiden Joko Widodo (Jokowi) melantik Raja Juli Antoni sebagai Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) atau Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Toni, sapaan akrabnya, menggantikan Surya Tjandra yang sebelumnya duduk sebagai orang nomor dua di Kementerian ATR.

Jadi siapa sebenarnya Toni Raja Juli Antoni?

Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2000–2002 ini juga dipercaya sebagai Direktur Eksekutif Maarif Institute yang didirikan oleh mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif.

Pada 2009, ia menjadi calon anggota legislatif Pemilihan Umum Legislatif 2009 dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Barat IX (Kabupaten Subang, Sumedang, dan Majalengka). Namun, dia belum terpilih karena kurangnya suara dengan Maruarar Sirait dan Tb. Hasanuddin (calon PDIP terpilih IX Jawa Barat).

Ia pernah menjadi calon Ketua Umum PP Muhammadiyah periode 2015–2020, namun kemudian mengundurkan diri karena ingin berkonsentrasi sebagai Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang baru ia dirikan bersama beberapa politisi muda lainnya.

Profil Raja Juli Antoni

Profil Raja Juli Antoni
Profil Raja Juli Antoni foto via cnn

Pria kelahiran Pekanbaru ini menjabat sebagai Sekretaris Dewan Pembina DPP PSI. Sebelum ke PSI, Toni juga pernah bergabung dengan PDIP.

Ia menyelesaikan studinya di UIN Jakarta pada tahun 2001 dengan menulis sebuah penelitian berjudul Ayat-Ayat Jihad: Kajian Kritis Interpretasi Jihad sebagai Perang Suci.

Kemudian, ia menerima beasiswa untuk gelar master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris pada tahun 2004.

Tak berhenti sampai di situ, ia kembali meraih beasiswa dari Australian Development Scholarship (ADS) untuk melanjutkan studi doktoralnya di School of Political Science and International Studies, The University of Queensland, Australia pada tahun 2010.

Baca Juga:   Hidup-Hidupilah Muhammadiyah, Jangan Sampai Tidak Hidup Ketika di Muhammadiyah

Di sela-sela studinya, ia pernah menjadi calon legislatif untuk Pemilihan Umum Legislatif 2009 dari PDIP untuk daerah pemilihan Jawa Barat.

Namun, ia tidak terpilih karena perolehan suara yang lebih sedikit dibandingkan calon lain, seperti Maruarar Sirait dan Tb Hasanuddin.

Riwayat Pendidikan

Raja Juli Antoni merantau ke Jakarta untuk menempuh pendidikan di Institute Agama Islam Negeri yang sekarang lebih dikenal sebagai Universitas Islam Negeri atau UIN pada 2001.

Melansir laman Rajajuliantoni, dia menyelesaikan pendidikan di UIN dengan membuat penelitian berjudul Ayat-ayat Jihad: Studi Kritis terhadap Penafsiran Jihad sebagai Perang Suci.

Pada 2004, Raja Juli Antoni mendapatkan beasiswa Chevening Award untuk studi master di The Department of Peace Studies, The University of Bradford, Inggris. Saat itu, dia merampungkan tesis master dengan judul The Conflict in Aceh: Searching for A Peaceful Conflict Resolution Process.

Selanjutnya, pada 2010, dengan beasiswa dari Australian Development Scholarship (ADS) Raja Juli Antoni meneruskan studi doctoral di School of Political Science and International Studies, the University of Queensland, Australia.

Dia berhasil menyelesaikan PhD, dengan disertasi berjudul Religious Peacebuilders: The Role of Religion in Peacebuilding in Conflict Torn Society in Southeast Asia, dengan mengambil studi kasus Mindanao (Filipina Selatan) dan Maluku (Indonesia).

Baca juga: Syafii Maarif, Tokoh Muhammadiyah yang Pluralis dan Sahabat Jokowi

Dia menjadi Direktur eksekutif The Indonesian Institute (TII). Dia juga cukup aktif menulis opini dan ditayangkan pada beberapa media nasional Tanah Air.

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini