Pahami Definisi Notaris Sebelum Urus Akta, Apa Bedanya dengan PPAT?

Notaris merupakan salah satu cabang profesi hukum tertua di dunia. Notaris tidak ditempatkan di lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif karena diharapkan memiliki kedudukan netral.

Nah, bagi anda yang ingin mengurus akta, ada baiknya anda mengetahui terlebih dahulu pengertian dari notaris. Apa saja tugas dan wewenang notaris? Apa perbedaan notaris dan PPAT (Pejabat Pembuat Akta Tanah)?

Pengertian Notaris

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, notaris adalah orang yang diberi wewenang oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Kehakiman, untuk mengesahkan dan menyaksikan berbagai perjanjian, wasiat, akta, dan sebagainya.

Dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Jabatan Notaris Pasal 1 ayat 1 disebutkan, pengertian notaris adalah pejabat umum yang mempunyai wewenang untuk membuat akta otentik dan mempunyai wewenang lain sebagaimana dimaksud dalam undang-undang atau berdasarkan undang-undang lain.

Tugas Notaris

Berdasarkan UU Kenotariatan, tugas notaris adalah membuat akta otentik. Dalam menjalankan tugasnya, Notaris berkewajiban:

  • Bertindak jujur, adil, mandiri, tidak memihak, dan menjaga kepentingan para pihak yang terlibat dalam perbuatan hukum.
  • Membuat akta dalam bentuk akta menit dan menyimpannya sebagai bagian dari protokol notaris.
  • Mengeluarkan grosse akta, salinan akta, atau kutipan akta berdasarkan berita acara akta.
  • Memberikan jasa sesuai dengan ketentuan Undang-undang Notaris, kecuali ada alasan untuk menolak.
  • Kerahasiaan segala sesuatu tentang perbuatan yang dilakukan olehnya dan segala keterangan yang diperoleh untuk keperluan pembuatan perbuatan itu sesuai dengan sumpah/janji jurusan, kecuali undang-undang menentukan lain.
  • Menjilid suatu akta yang dibuat dalam satu bulan menjadi satu buku yang memuat tidak lebih dari 50 akta. Jika jumlah akta tidak dapat dimuat dalam satu buku, akta-akta tersebut dapat dijilid menjadi lebih dari satu buku, dan mencatat jumlah menit akta, bulan, dan tahun pembuatannya pada sampul masing-masing buku.
  • Membuat daftar akta protes atas tidak dibayar atau tidak diterimanya surat berharga.
  • Buatlah daftar akta yang berhubungan dengan wasiat sesuai dengan urutan waktu pembuatan akta setiap bulannya.
  • Mengirimkan daftar akta sebagaimana dimaksud pada huruf h atau daftar nol yang berkaitan dengan wasiat kepada Daftar Wasiat Pusat Departemen yang tugas dan tanggung jawabnya di bidang kenotariatan dalam waktu lima hari pada minggu pertama setiap bulan berikutnya.
  • Catat dalam perbendaharaan tanggal penyerahan daftar wasiat pada akhir setiap bulan.
  • Memiliki stempel/stempel yang memuat lambang negara Republik Indonesia dan pada ruang sekelilingnya tertulis nama, kedudukan, dan tempat kedudukan yang bersangkutan.
  • Membacakan akta di hadapan hadirin sekurang-kurangnya di hadapan dua orang saksi dan ditandatangani sekaligus oleh hadirin, saksi, dan notaris.
  • Menerima magang calon notaris.
Baca Juga:   Subscriber Netflix Turun 200.000, Ini Perbandingan Tarifnya

Otoritas Notaris

Kewenangan Notaris berdasarkan UU Kenotariatan adalah sebagai berikut:

  • Notaris berwenang untuk membuat akta sepanjang dikehendaki oleh para pihak atau sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang harus dibuat dalam bentuk akta otentik. Pembuatan akta harus berdasarkan kaidah hukum yang berkaitan dengan tata cara pembuatan akta notaris.
  • Konfirmasikan tanda tangan dan atur tanggal surat di bawah tangan dengan mendaftar di buku khusus.
  • Memesan surat-surat di bawah tangan dengan mendaftar di buku khusus.
  • Membuat salinan dari surat-surat asli di bawah tangan berupa salinan yang memuat uraian sebagaimana tertulis dan diuraikan dalam surat yang bersangkutan.
  • Periksa kesesuaian fotokopi dengan surat aslinya.
  • Memberikan penyuluhan hukum sehubungan dengan pembuatan akta.
  • Melakukan perbuatan yang berhubungan dengan tanah.
  • Membuat akta brosur lelang.

Perbedaan Notaris dan PPAT

Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) adalah profesi yang berbeda. Notaris diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia sedangkan Pejabat Pembuat Akta Tanah/PPAT diangkat dan diberhentikan oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN.

Notaris dan PPAT juga berbeda dalam lingkup kewenangannya, meskipun sama-sama memiliki kewenangan untuk membuat akta otentik. Notaris dapat membuat akta apapun selama pembuatan akta tersebut tidak dilimpahkan kepada jabatan lain. Sedangkan PPAT hanya dapat membuat akta yang berkaitan dengan hak atas tanah atau hak milik atas satuan rumah susun.

Dalam menjalankan kewenangannya juga terdapat perbedaan dari sisi daerah. Lingkup kerja PPAT adalah per wilayah atau per kota. Misalnya, PPAT yang bekerja di Bandung hanya berwenang di kota tersebut.

Sedangkan ruang lingkup pekerjaan notaris dapat melintasi wilayah, sepanjang masih berkaitan dengan pembuatan akta otentik. Misalnya, seseorang di kota A ingin mengurus akta otentik untuk barang di kota B. Jadi, dia tidak perlu mencari notaris di kota B, cukup datang ke notaris terdekat di daerah tempat tinggalnya. hanya.

Baca Juga:   Ekspansi ke Filipina, Kalbe Bentuk JV dengan Ecossential Food Corp

Dari segi kode etik, profesi notaris tunduk pada ketentuan Ikatan Notaris Indonesia (INI). Sedangkan kode etik profesi PPAT tertuang dalam Keputusan Menteri Agraria dan Tata Ruang No.112/KEP-4.1/IV/2017.

Persyaratan Menjadi Notaris

Persyaratan menjadi notaris diatur dalam Pasal 3 UU 2/2014 yang menyebutkan persyaratan sebagai berikut:

  • warga negara Indonesia.
  • Takut akan Tuhan Yang Maha Esa.
  • Berusia minimal 27 tahun.
  • Sehat jasmani dan rohani dinyatakan dengan surat keterangan sehat dari dokter dan psikiater.
  • Sarjana hukum dan lulusan strata dua tingkat notaris.
  • Telah menjalani magang atau benar-benar bekerja sebagai pegawai notaris sekurang-kurangnya 24 bulan berturut-turut pada suatu jabatan notaris atas inisiatif sendiri atau atas usul organisasi notaris setelah lulus strata kedua notaris.
  • Tidak berstatus sebagai pejabat negara, pejabat negara, advokat, atau sedang tidak menjabat pada departemen lain yang oleh undang-undang dilarang bergabung dengan departemen notaris.
  • Tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara 5 tahun atau lebih.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Pahami Definisi Notaris Sebelum Urus Akta, Apa Bedanya dengan PPAT?

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaPahami Definisi Notaris Sebelum Urus Akta, Apa Bedanya dengan PPAT?

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini