Optimalisasi Kesehatan Seiring dengan Skenario New Normal

Seminar Nasional “Optimalisasi Kesehatan Seiring Skenario New Normal” yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto: Farida)

Fakultas Farmasi (UAD) Universitas Ahmad Dahlan menggelar seminar nasional bertajuk “Optimalisasi Kesehatan Seiring Skenario New Normal”. Acara dilaksanakan secara online di Auditorium Kampus III UAD Jalan Prof. dr. Soepomo, SH Janturan Yogyakarta, juga online melalui platform Zoom Meeting dan channel YouTube Apotek UAD pada Sabtu, 30 Juli 2022.

Hadir sebagai nara sumber Drs. tepat. Solikhin Dwi Ramtana, MPH Kabid Surveilans Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Dr. Ede Surya Darmawan, SKM, MDM yang merupakan Ketua Ikatan Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKM), dan apt. Dwi Hastuti, S.Si., M.Farm. dikenal sebagai Apotheker Pengelo Apotek (APA).

Ede menyampaikan beberapa hal tentang perilaku masyarakat di era normal. Respon yang harus dilakukan saat pandemi melanda adalah dengan mencegah, melayani dengan baik, dan melakukan respon. Pemutusan mata rantai penularan dapat dilakukan di tingkat individu atau masyarakat, salah satunya melalui Pembatasan Sosial Berskala Besar (PBB) kemudian dapat diturunkan melalui Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Arti normal baru untuk pertama kalinya bukan dari departemen kesehatan, tetapi dari Dana Moneter Internasional (IMF). Meski begitu, prinsipnya tetap sama, yaitu ketika kita berbisnis dalam situasi penuh risiko dan potensi kerugian yang tinggi, disebutkan normal baru. Seperti situasi saat ini, saat kita aktif tapi ada potensi tertular,” jelas Ede.

Di dunia kesehatan, tidak normal baru yang digunakan tetapi norma baru yang merupakan norma hidup sehat yang baru. Ada dua prinsip, mencegah paparan virus Covid-19 dan pasien komorbid agar dikelola dengan lebih baik.

Baca Juga:   UMSU Launching Buku "Rekam Jejak HM Nur Rizali"

Selanjutnya Dwi memaparkan strategi pelayanan obat tepat waktu normal baru termasuk penjaminan kesehatan sumber daya manusia (pasien dan tenaga kesehatan) serta penjaminan ketersediaan obat dan bahan medis habis pakai serta alat kesehatan. “Selain itu, Apoteker yang berpraktik di fasilitas pelayanan (apotek) harus tetap memberikan pelayanan yang baik dan sesuai standar pelayanan pendidikan dan konseling komunikasi informasi. Apoteker harus profesional, produktif, dan kreatif agar dapat bertahan dan menyiapkan pelayanan tepat waktu normal baru.”

Ia melanjutkan, “Dalam menjalankan tugasnya seorang apoteker harus profesional. Artinya, menjalankan tanggung jawabnya sesuai dengan Hukum dan Standar Operasional Prosedur (SOP). Selama praktikum, seorang apoteker harus selalu ada dan siap menjadi pionir dalam promosi sekaligus pionir dalam pencegahan. Seorang apoteker juga harus kreatif dengan melihat peluang pasar seperti telefarmasi dan pengiriman.”

Usai pemaparan materi dari para narasumber, kegiatan seminar nasional dilanjutkan dengan seminar hasil penelitian dari berbagai mahasiswa yang mengikuti. (fr)

uad.ac.id

Berita ini kami Kurasi dari uad.ac.id dengan judul aseli Optimalisasi Kesehatan Seiring dengan Skenario New Normal

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaKampusOptimalisasi Kesehatan Seiring dengan Skenario New Normal

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini