Menlu Negara G20 akan Bertemu, Perkuat Solidaritas Atasi Krisis Global

Pertemuan para menteri luar negeri negara-negara anggota G20 atau Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 (G20 FMM) akan digelar di Bali mulai besok, Kamis (7/7) hingga Jumat (8/7).

Pertemuan yang mengusung tema “Membangun dunia yang lebih damai, stabil, dan sejahtera bersama”, akan menjadi forum strategis untuk membahas upaya pemulihan global di tengah situasi yang tidak menentu saat ini.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan Indonesia optimistis pertemuan tersebut akan menghasilkan masukan progresif yang akan memperkuat multilateralisme atau solidaritas antar negara di tengah krisis yang melanda dunia.

“Situasi dunia saat ini sangat sulit, di sinilah kita perlu bekerja sama untuk membuat komitmen perdamaian dan kemanusiaan,” kata Retno dalam konferensi pers virtual seperti dikutip dari Youtube Sekretariat Presiden, Rabu (6/7).

FMM akan membahas dua isu utama, yaitu penguatan kerjasama dan krisis pangan dan energi. Sesi penguatan multilateralisme akan membahas langkah-langkah bersama untuk memperkuat kolaborasi global dan membangun rasa saling percaya antar negara, yang akan menjadi lingkungan yang mendukung bagi stabilitas, perdamaian, dan pembangunan dunia.

“Situasi dunia saat ini sangat sulit, di sinilah kita perlu bekerja sama untuk berkomitmen pada perdamaian dan kemanusiaan,” kata Retno.

Dalam sesi ini dua pembicara khusus akan berdiskusi untuk berbagi ide tentang pemberdayaan prinsip dan forum multilateral di tengah situasi geopolitik saat ini. Mereka adalah Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres dan Profesor Jeffrey Sachs dari Universitas Columbia.

Sedangkan sesi kedua tentang ketahanan pangan dan energi akan membahas langkah-langkah strategis untuk mengatasi krisis pangan, kelangkaan pupuk, dan kenaikan harga komoditas global.

Naiknya harga komoditas dan terganggunya rantai pasokan global berdampak besar bagi negara-negara berkembang. Oleh karena itu, G20 sebagai forum ekonomi yang mewakili berbagai kawasan di dunia, memiliki kekuatan untuk membahas isu-isu tersebut secara komprehensif untuk menemukan solusi sosial ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga:   IMF Ramal Ekonomi Global Tahun Depan Lebih Suram, Bagaimana Indonesia?

Untuk sesi ini, Indonesia mengundang tiga pembicara khusus, yaitu David Beasley (Executive Director World Food Program), Damilola Ogunbiyi (Special Representative of the UN Secretary-General for Sustainable Energy for All and Co-Chair of UN-Energy), dan Mari Elka Pangestu (Direktur Eksekutif Bank Dunia). Mereka akan memberikan wawasan tentang dampak konflik saat ini terhadap ekonomi dan pembangunan dunia.

Selain itu, di sela-sela Pertemuan Kemlu G20, Menlu Retno juga akan melakukan beberapa pertemuan bilateral dengan para menteri luar negeri baik dari negara anggota G20 maupun negara undangan lainnya.

G20 adalah platform multilateral strategis yang menghubungkan 20 ekonomi utama dunia. G20 memainkan peran strategis dalam mengamankan masa depan pertumbuhan ekonomi global dan kemakmuran.

Indonesia memegang Kepresidenan G20 2022 dan memprioritaskan kerja sama dalam memperkuat arsitektur kesehatan global, transformasi digital, dan transisi energi. Dengan situasi baru di Ukraina, masalah terkait ketahanan pangan juga akan dibahas secara luas pada pertemuan G20.

Rangkaian pertemuan G20 di bawah Kepresidenan Indonesia dimulai pada 1 Desember 2021 dan akan mencapai puncaknya pada Bali Summit pada 15-16 November 2022.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Menlu Negara G20 akan Bertemu, Perkuat Solidaritas Atasi Krisis Global

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaMenlu Negara G20 akan Bertemu, Perkuat Solidaritas Atasi Krisis Global

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini