Lonjakan Harga Cabai dan Bawang Kerek Inflasi Juni, Ini Penyebabnya

Kenaikan harga beberapa komoditas pangan utama seperti cabai merah, cabai rawit dan bawang merah mendorong inflasi pada bulan Juni menjadi 0,61% bulanan dan 4,35% tahunan. Lonjakan harga tiga komoditas tersebut disebabkan oleh pengaruh cuaca.

Badan Pusat Statistik mencatat harga cabai merah melonjak menjadi Rp 73,88 ribu per kg pada Juni. Kenaikan harga memberikan kontribusi 0,34% terhadap inflasi bulanan di bulan Juni. Harga cabai merah berbalik arah setelah dalam dua bulan sebelumnya berkontribusi terhadap deflasi IHK pada April dan Mei.

Demikian pula cabai rawit yang harganya menyentuh Rp 77,06 ribu per kg, dari bulan sebelumnya di bawah Rp 55 ribu per kg. Kenaikan harga ini memberikan kontribusi 0,1% terhadap inflasi secara bulanan di bulan Juni. Sedangkan harga bawang merah naik sejak akhir tahun lalu dan bulan lalu menyentuh Rp 51,79 ribu per kg dengan andil 0,08% terhadap inflasi.

Kepala BPS Margu Yuwono mengatakan kenaikan harga yang signifikan pada ketiga komoditas pangan tersebut disebabkan adanya gangguan dari sisi pasokan akibat anomali cuaca.

“Kenaikan harga cabai merah, cabai rawit dan bawang merah terutama karena faktor cuaca, hujan deras di beberapa sentra produksi cabai merah dan cabai rawit sehingga menyebabkan gagal panen sehingga pasokannya terganggu,” kata Margo. dalam konferensi pers online-nya, Jumat (1/7).

Pengaruh cuaca juga terlihat dari sisi kontribusi ketiga komoditas tersebut terhadap inflasi secara tahunan. Inflasi tahunan yang mencapai 4,35% disumbang oleh cabai merah sebesar 0,35%. Cabai rawit juga memberikan porsi 0,1%, sedangkan bawang bombay 0,17%.

Margo menjelaskan, harga ketiga bahan baku tersebut seharusnya berkontribusi terhadap deflasi IHK setiap tahun pada Juni jika tidak ada anomali cuaca dalam sebulan terakhir. Pasalnya, ketiga harga pangan tersebut secara rutin berkontribusi terhadap deflasi IHK secara tahunan.

Baca Juga:   Proyek Tol Kayu Agung-Palembang-Betung Dipercepat, Ini Progressnya

Namun, Margo juga menyebutkan, sejumlah komoditas pangan lainnya, terutama yang bahan bakunya berasal dari impor, masih belum memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi domestik. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun harga-harga di tingkat internasional mengalami kenaikan, namun pengaruhnya belum signifikan di dalam negeri.

Harga tepung terigu terus naik hingga bulan lalu mencapai Rp 12,01 ribu per Kg. Harga gula pasir juga sama, terus naik dan mencapai Rp 14,38 ribu per kg pada bulan lalu, serta tempe yang sempat menyentuh Rp 12,27 ribu per kg. Namun secara bulanan, kenaikan harga terigu hanya memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,001%, gula pasir menyumbang deflasi 0,001% dan deflasi tempe 0,003%.

Transmisinya belum terasa meski harga naik, tapi dampaknya terhadap inflasi Juni masih relatif rendah, kata Margo.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Lonjakan Harga Cabai dan Bawang Kerek Inflasi Juni, Ini Penyebabnya

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaLonjakan Harga Cabai dan Bawang Kerek Inflasi Juni, Ini Penyebabnya

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini