Kasus Kredit Macet Jumbo di Bank Mandiri, Titan Klaim Bayar Utang

Manajemen perusahaan batubara Titan Group, PT Titan Infra Energy menjelaskan kasus kredit macet jumbo yang menjerat perusahaan di PT Bank Mandiri Tbk (BMRI). Nilai utang perseroan sebesar US$ 450 juta atau setara Rp 6,75 triliun dengan asumsi kurs rata-rata Rp 14.900 per US$.

Kredit tersebut merupakan sindikasi yang terdiri dari PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), Credit Suisse, dan Trafigura. Titan Energy memperoleh kredit sindikasi sebesar US$450 juta pada 2018. Namun, sejak Februari 2020, perusahaan tersebut disebut-sebut gagal memenuhi kewajibannya untuk melunasi utang sindikasi tersebut.

Direktur Utama Titan Energy Darwan Siregar mengatakan, selama dua tahun terakhir, perusahaan terus mengupayakan restrukturisasi dan penjualan aset untuk membayar cicilan kredit sindikasi. Sejak tahun 2020, perusahaan telah mengajukan proposal restrukturisasi sebanyak tiga kali, terakhir pada 18 Januari 2020.

“Namun hingga saat ini PT Titan infra Energy belum mendapat tanggapan yang jelas dan konkrit seperti usulan yang disampaikan perusahaan kepada kreditur sindikasi,” kata Darwan, dalam siaran pers, Selasa (5/7).

Ia juga menambahkan, selama pengajuan restrukturisasi yang dilakukan untuk periode 2021, perseroan masih melakukan pembayaran senilai US$46,44 juta dan pada semester I tahun ini senilai US$35,12 juta. Oleh karena itu, perusahaan menilai, pernyataan Bank Mandiri bahwa Titan Energy tidak memenuhi kewajibannya berdasarkan perjanjian awal tidak berdasar.

“Semua pembayaran dilakukan sesuai prosedur dengan pendebetan dilakukan oleh Bank Mandiri selaku agen fasilitas,” ujarnya.

Titan memastikan tetap bersedia untuk menyelesaikan perjanjian fasilitas kredit sindikasi dengan berkonsultasi dan kesepakatan dengan semua kreditur sindikasi, antara lain dengan menyelesaikan proses restrukturisasi yang diusulkan.

“Titan dengan itikad baik terus melakukan pembayaran dan proposal restrukturisasi,” tambahnya.

Baca Juga:   bank bjb Raih Top 50 Emiten di 13th IICD Governance Award

Secara terpisah, VP Corporate Communication Bank Mandiri Ricky Andriano mempertanyakan itikad baik Titan Energy dalam memenuhi kewajibannya. Pasalnya, sejak berhenti membayar pada Februari 2020, dan mendapat label kredit macet dari kreditur pada Agustus 2020, hingga kini Titan belum memenuhi kewajibannya sesuai kesepakatan awal.

Ricky menjelaskan, selama tiga tahun terakhir, kreditur sindikasi juga tidak pernah menerima laporan keuangan yang telah diaudit dari perusahaan batu bara tersebut. Padahal, menurut Ricky, operasional bisnis perusahaan tambang batu bara itu diharapkan berjalan normal, meski menghadapi pandemi Covid-19.

“Solusi kredit macet sebenarnya sederhana. Jika Titan beritikad baik, segera lunasi kreditnya atau bayar tunggakannya kepada semua kreditur sindikasi tanpa ada alasan apapun,” kata Ricky di Jakarta, Jumat (1/7).

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Kasus Kredit Macet Jumbo di Bank Mandiri, Titan Klaim Bayar Utang

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaKasus Kredit Macet Jumbo di Bank Mandiri, Titan Klaim Bayar Utang

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini