Jepang Akan Tambah Investasi di MRT Jakarta, Ini Rencana Besarnya

Pemerintah Jepang akan meningkatkan investasi pada proyek Integrated Express Transport (Moda Raya terpadu/MRT) Jakarta fase 2 Bundaran HI-City. Jepang juga berkomitmen mendanai sebagian pembangunan MRT Cikarang-Balaraja fase 3.

Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan pemerintah Jepang telah menyampaikan komitmen untuk mempercepat pelaksanaan konstruksi atau proyek MRT fase 3 dan fase 4. jalur timur-barat. Saat ini, proyek tersebut dalam tahap desain teknik dasar (TEMPAT TIDUR).

“Saat ini sedang dilaksanakan (BED) untuk tahap pertama. Jadi, segmen Jakarta dibagi dua dan ada segmen pertama dari Tomang hingga Ujung Menteng sepanjang 23 kilometer (km). Itu yang sedang fokus dan komitmen ke Jepang, ” kata William dalam jumpa pers virtual. , Rabu (22/6).

Konstruksi jalur timur-barat akan dibagi menjadi dua fase, yaitu dalam Jakarta sepanjang 33,9 km dan luar Jakarta sepanjang 55,3 km. Pembangunan tahap 1 akan dibagi menjadi dua, yaitu tahap 1 Taman Anggrek-Ujung Menteng (23,1 Km) dan tahap 2 Kembangan-Taman Anggrek (10,8 Km).

Keseluruhan, jalur timur-barat akan memiliki rute sepanjang 87 km dan melintasi tiga provinsi, yakni Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Total investasi yang dibutuhkan untuk proyek ini mencapai sekitar Rp 160 triliun.

William mengatakan, pemerintah Jepang juga akan meningkatkan pendanaan pembangunan MRT fase 2 Bundaran HI-Jakarta Kota melalui Japan International Cooperation Agency (JAICA). Langkah ini dilakukan untuk mempercepat pembangunan proyek.

“Itu akan ditandatangani dalam waktu dekat sumpah baru pemerintah Jepang mendanai tambahan anggaran untuk pembangunan Tahap 2. JAICA juga memberikan komitmennya untuk pembangunan MRT Tahap 2B dari Kota hingga Ancol (Barat),” kata William.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang dan Federasi Mikronesia Heri Akhmadi mengatakan, pemerintah Jepang akan mengirimkan tim ahli ke Indonesia dalam waktu dekat. Hal itu dilakukan untuk melakukan kajian terkait pengembangan Transportation Oriented Area (TOD) di sepanjang jalur MRT.

Baca Juga:   Komisi Eropa akan Segera Putuskan Rekomendasi Masuknya Ukraina ke UE

Selain itu, menurut Heri, akan ada forum bisnis di Jepang yang antara lain menawarkan partisipasi pengusaha Jepang untuk berinvestasi dalam pengembangan TOD.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan proyek pembangunan jalur timur-barat dipastikan berjalan dengan baik dengan adanya perjanjian-perjanjian tersebut.

Menurut MRT Jakarta, proyek jalur timur-barat dirancang untuk mengangkut 1,2 juta penumpang per hari dan memiliki 3 depo. Selain itu, proyek tersebut memiliki potensi energi dari pemasangan panel surya atap 30 megawatt peak (MWp).

Sepanjang 2021, rata-rata jumlah penumpang MRT Jakarta mencapai 19.200 per hari. Sedangkan sebelum pandemi, rata-rata penumpang MRT Jakarta mencapai 88.444 per hari.

Reporter: Andi M. Arief

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Jepang Akan Tambah Investasi di MRT Jakarta, Ini Rencana Besarnya

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaJepang Akan Tambah Investasi di MRT Jakarta, Ini Rencana Besarnya

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini