Israel Selidiki Peluru yang Tewaskan Wartawan Al Jazeera

Pihak berwenang Palestina telah menyerahkan bukti peluru, yang menewaskan jurnalis Al Jazeera Shireen Abu Akleh, kepada pihak berwenang di Amerika Serikat untuk pemeriksaan forensik.

Abu Akleh terbunuh pada 11 Mei 2022 saat meliput serangan militer Israel di kota Palestina Jenin, di Tepi Barat, sebuah wilayah yang diduduki Israel.

Namun, menurut juru bicara militer Israel Ran Kochav, Israel akan memeriksa peluru tersebut di depan tim penyelidik dari Amerika Serikat. Dia membantah klaim Palestina bahwa para ahli AS akan melakukan analisis forensik.

“Inspeksi profesional Israel akan berlangsung di depan Amerika Serikat. Jika ada kecocokan antara selongsong peluru dengan senjata tentara Israel, akan kami informasikan kepada publik,” kata Kochav kepada Radio 103FM, seperti dikutip Times of Israel, Minggu (3/7).

Para ahli mengatakan analisis balistik bisa mengungkap misteri di balik kematian Abu Akleh. Karena sebelumnya ada kontroversi mengenai asal usul penembakan tersebut.

Pejabat Palestina mengatakan Abu Akleh sengaja ditembak oleh tentara Israel. Namun pihak berwenang Israel membantahnya, menjelaskan seorang tentara mungkin secara tidak sengaja menembaknya, tetapi juga menyatakan dia mungkin telah ditembak oleh seorang pria bersenjata Palestina.

“Kami yakin dan yakin dengan penyelidikan kami dan hasil yang telah kami capai,” kata Akram Al Khatib, jaksa agung Palestina, kepada WAFA, kantor berita resmi Palestina, seperti dikutip New York Times, Sabtu (2/7).

Khatib juga membenarkan bahwa peluru tersebut telah diserahkan kepada tim ahli balistik dari AS, dan bukan kepada pihak berwenang Israel.

Khatib sebelumnya mengatakan bahwa wartawan itu tewas oleh peluru lapis baja 5,56 mm dengan komponen baja. Abu Akleh mengenakan helm dan rompi pelindung bertanda “Tekan”, yang berarti wartawan, ketika dia ditembak di kepala.

Baca Juga:   Polisi Sita Rp 460 Miliar Aset Bos KSP Indosurya

Penyelidikan New York Times juga menyatakan bahwa peluru yang menewaskan Abu Akleh diyakini berasal dari lokasi konvoi militer Israel pagi itu. Kemungkinan besar oleh seorang prajurit dari unit elit. Hasil penyelidikan menguatkan laporan saksi mata dari tempat kejadian.

Sebelumnya, pejabat militer Israel menjelaskan bahwa kepastian tentang sumber penembakan hanya bisa terungkap jika Otoritas Palestina menyerahkan peluru yang diambil dari tubuh Abu Akleh.

Tindakan ini akan memungkinkan tentara Israel untuk mencocokkan senapan yang digunakan pagi itu dengan penembak jitu Israel.

AS telah mendesak Otoritas Palestina untuk membagikan hasil penyelidikannya dengan Israel untuk menjelaskan insiden tersebut. Dalam sebuah surat publik pada awal Juni, kelompok bipartisan yang terdiri dari 25 anggota parlemen AS mendesak Menteri Luar Negeri Antony Blinken untuk menekan otoritas Palestina agar melepaskan peluru.

Konflik antara Palestina dan Israel sudah berlangsung lama. Menurut United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA), hingga saat ini Israel terus berupaya mengusir warga Palestina dari Tepi Barat, menghancurkan bangunan dan kawasan pemukiman di kawasan tersebut.

OCHA mencatat bahwa selama periode 2009-2022 ada 12.383 warga Palestina di Tepi Barat yang terpaksa pindah atau melarikan diri untuk menghindari serangan dan ancaman Israel.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Israel Selidiki Peluru yang Tewaskan Wartawan Al Jazeera

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaIsrael Selidiki Peluru yang Tewaskan Wartawan Al Jazeera

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini