IHSG Masih Sulit Bangkit, Analis Rekomendasikan Saham Konsumer

Indeks harga saham gabungan (IHSG) masih sulit untuk naik meski telah turun lebih dari 5% sejak pekan lalu. Analis menyarankan investor untuk memantau pergerakan saham di sektor konsumer.

Analis MNC Asset Management Edwin Sebayang menjelaskan, penurunan harga komoditas dan nilai tukar rupiah yang turun ke Rp 15.000 per dolar AS, membebani pergerakan IHSG untuk naik hari ini.

Harga minyak turun 1,15%, emas 1,57%, nikel 4,5%, dan timah 2,25%. Penurunan harga komoditas juga disambut dengan penurunan EIDO sebesar 0,18%. Indeks EIDO adalah reksa dana yang memuat saham-saham di Indonesia yang dikelola oleh Morgan Stanley di bursa saham Amerika Serikat.

“Rupiah yang jatuh lagi di 15.000 dan naik lagi menghasilkan Obligasi AS mengintensifkan pergerakan IHSG ke memantul Kamis ini meski indeks Dow Jones dan harga CPO naik,” kata Edwin dalam risetnya.

Edwin merekomendasikan investor untuk membeli saham PT Indofood CBP Tbk (ICBP), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), PT Cisarua Mountain Dairy Tbk (CMRY), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), PT Aneka Gas Industri Tbk (AGII), PT Indosat Tbk (ISAT), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Di sisi lain, Edwin merekomendasikan investor untuk menjual saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Medco Internasional Tbk (MEDC), PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Merdeka Copper Gold Tbk, dan PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA). ).

IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah 0,85% ke level 6,646. Sedangkan bursa Wall Street bergerak variatif pada perdagangan semalam. Indeks DJIA dan S&P 500 masing-masing naik 0,23% dan 0,36%, sedangkan Nasdaq turun 0,44%.

Pasar saat ini masih dihantui oleh kekhawatiran langkah agresif The Fed untuk menaikkan suku bunga yang dapat mendorong ekonomi AS ke dalam resesi.

Baca Juga:   Raih Restu DPR, BTN Pastikan Rilis Saham Baru Kuartal IV

Pejabat Federal Reserve pada pertemuan Juni menekankan perlunya memerangi inflasi, bahkan jika itu berarti memperlambat ekonomi yang sudah di ambang resesi. Berdasarkan laporan rapat gubernur bulan lalu yang dirilis Rabu (6/7), anggota melihat kemungkinan kenaikan suku bunga dari 50 bps menjadi 75 bps pada Juli, menyusul kenaikan 75 bps pada bulan lalu.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli IHSG Masih Sulit Bangkit, Analis Rekomendasikan Saham Konsumer

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaIHSG Masih Sulit Bangkit, Analis Rekomendasikan Saham Konsumer

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini