IHSG Anjlok 2,2% Jadi 6.639 Hari Ini, Sektor Teknologi Koreksi Tajam

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 2,28% atau 155 poin menjadi 6.639 pada penutupan perdagangan Senin (4/7) hari ini, dari level penutupan Jumat (1/7) lalu di 6.794. Seluruh indeks sektoral berada di zona merah dipimpin oleh sektor teknologi yang terkoreksi 4,00%.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka pada level 6.782 dengan kisaran pergerakan 6.559-6.784 sepanjang hari.

Data perdagangan menunjukkan nilai transaksi hari ini mencapai Rp 13,14 triliun dengan volume 20,12 miliar lembar saham dan frekuensi 1,12 juta kali.

Ada 109 saham yang bergerak naik, 460 saham melemah dan 199 saham lainnya bergerak stagnan. Nilai kapitalisasi pasar IHSG menyusut menjadi Rp 8.735,21 triliun.

Bursa-bursa di Asia berada di zona hijau dan merah. Indeks Nikkei 225 menguat 0,84%, Shanghai Composite menguat 0,53%, Straits Times naik 0,78%. Sementara bursa Asia yang berada di zona merah, Hang Seng turun 0,13%, IHSG dan LQ45 Indonesia masing-masing turun 2,28% dan 2,48%.

Kemudian, seluruh indeks sektoral berada di zona merah dipimpin oleh sektor teknologi terkoreksi 4,00%. Sementara itu, saham sektor teknologi yang turun yakni PT DCI Indonesia Tbk (DCII) terkoreksi 6,62% atau 2.550 poin menjadi Rp 36.000 per saham, PT NFC Indonesia Tbk (NFCX) turun 5,59% atau 425 poin menjadi Rp 7.175 per saham. , dan PT Telefast Indonesia Tbk (TFAS) turun 6,89% atau 330 poin menjadi Rp 4.460 per saham.

Sektor yang juga terkoreksi yaitu sektor keuangan turun 2,58%, sektor turun 0,78%, sektor industri turun 1,12%, sektor properti turun 1,78%, sektor energi terkoreksi 0,46%, dan sektor primer terkoreksi 1,66%. , sektor kesehatan 1,47%, sektor infrastruktur 1,20%, dan sektor non-primer 2,66%.

Baca Juga:   RUPST Bank Syariah Indonesia Setuju Bagi Dividen Rp757 Miliar

KB Valbury Sekuritas dalam risetnya mengatakan, penurunan IHSG akibat inflasi di Indonesia membayangi dan menekan pasar. Angka inflasi tersebut lebih tinggi dari kisaran angka proyeksi Bank Indonesia. Hal ini dipengaruhi oleh komoditas makanan yang mudah menguap, terutama dari cabai. Sebelumnya, BI mengatakan menggunakan basis inflasi sebagai faktor utama dalam menetapkan suku bunga.

“Di sisi lain, meski inflasi cenderung meningkat, kami memperkirakan angka inflasi tahun ini tetap terkendali,” kata Valbury Securities.

Selain itu, gejolak global masih belum mereda, terutama karena kekhawatiran inflasi di Eropa yang masih memuncak. Serta pemicu stagflasi dari ketegangan di Eropa yaitu kubu NATO dan Rusia yang masih memanas.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli IHSG Anjlok 2,2% Jadi 6.639 Hari Ini, Sektor Teknologi Koreksi Tajam

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaIHSG Anjlok 2,2% Jadi 6.639 Hari Ini, Sektor Teknologi Koreksi Tajam

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini