Harga Minyak Turun 1,3% Sepekan, di Tengah Potensi Kurangnya Pasokan

Harga minyak dunia ditutup lebih dari 2% pada perdagangan Jumat (1/7), di tengah kekhawatiran kurangnya pasokan untuk memenuhi permintaan global, akibat penghentian pengiriman dari Libya dan Ekuador, serta protes pekerja di Norwegia.

Menurut Reuters, minyak mentah berjangka Brent berada di USD 111,63 per barel, naik USD 2,60, atau sekitar 2,4%.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD 108,43 per barel, naik USD 2,67 atau sekitar 2,5%.

WTI dan Brent masing-masing diperdagangkan sekitar 70% dan 77% dari volume sesi sebelumnya. Posisi ini menempatkan harga minyak Brent turun 1,3% dalam seminggu. Di sisi lain, WTI meningkat sebesar 0,8%.

Meski mulai menurunkan harga untuk pertama kalinya sejak November tahun lalu, namun dengan permintaan yang masih tinggi, harga minyak diperkirakan akan kembali naik.

Kapasitas produksi minyak mentah surplus global pada Mei 2022 kurang dari setengah rata-rata 2021, Administrasi Informasi Energi AS mengatakan dalam sebuah pernyataan pekan lalu, ketika sanksi Barat terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina mulai berlaku. Ekspor Rusia membuat sekitar 7% dari pasokan global.

Analis memproyeksikan pertumbuhan permintaan sekitar 2,3 hingga 5 juta barel per hari (bph) tahun ini, dan 2-2,4 juta barel per hari pada 2023, karena pasokan yang ketat membayangi kekhawatiran permintaan.

Sebelumnya, kelompok produsen OPEC+, termasuk Rusia, sepakat untuk tetap pada strategi produksi mereka.

OPEC+ memutuskan untuk meningkatkan produksi bulanan sebesar 648 ribu barel per hari (bph) pada Juli dan Agustus, naik dari rencana sebelumnya untuk menambah 432 ribu bph per bulan.

Sebuah survei Reuters menemukan bahwa OPEC memompa 28,52 juta barel per hari pada Juni, turun 100.000 barel per hari dari total revisi Mei.

Baca Juga:   Profil Greysia Polii, Atlet Pencetak Sejarah yang Pensiun Tahun Inii

Pasokan minyak diperkirakan akan menurun, karena beberapa insiden di negara-negara penghasil minyak.

Pemogokan pekerja minyak dan gas Norwegia, yang direncanakan pada 5 Juli, dapat memangkas produksi minyak negara itu sebesar 8%, atau sekitar 320.000 barel per hari.

Sementara itu di Ekuador, mengutip Arab News, protes yang berlangsung lebih dari dua minggu menyebabkan perusahaan minyak milik negara Petroecuador kehilangan 1,99 juta barel produksi minyak. Perusahaan, dalam keterangan resminya, berharap bisa mencapai produksi 90 persen sebelum krisis pekan depan.

Perusahaan mengatakan telah memulihkan produksi 19.000 barel per hari sejak protes berakhir pada Kamis, sementara pabrik Esmeraldas bekerja pada kapasitas 70 persen pada Jumat.

Sementara itu, pemerintah Ekuador dan para pemimpin kelompok adat telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri protes, yang telah menyebabkan penghentian lebih dari setengah produksi minyak negara itu sebelum krisis.

Di Libya, Libyan National Oil Company (NOC), Kamis (30/6) telah menyatakan terjadinya force majeure di kilang Ice Sider dan Ras Lanuf, serta ladang minyak El Feel. Force majeure juga terjadi di pabrik Brega dan Zueitina, kata NOC, seperti dikutip Retuers.

Produksi juga turun tajam, dengan ekspor harian berkisar antara 365 ribu dan 409 ribu barel per hari, turun 865 ribu barel per hari dibandingkan dengan produksi dalam “kondisi normal”, kata NOC.

Minyak merupakan komoditas yang diperebutkan oleh banyak negara di dunia. Tak heran jika bahan bakar ini sering memiliki nilai yang fluktuatif. Namun, hanya sedikit perusahaan minyak yang menguasai produksi dunia sehingga meraup keuntungan dengan nominal yang sangat fantastis.

Geser dari Investopediaberikut adalah daftar 5 perusahaan minyak dengan pendapatan terbesar di dunia per Februari 2022:

Baca Juga:   Luhut Ungkap Penopang Ekonomi Indonesia Lebih Stabil dari Negara Lain

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Harga Minyak Turun 1,3% Sepekan, di Tengah Potensi Kurangnya Pasokan

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaHarga Minyak Turun 1,3% Sepekan, di Tengah Potensi Kurangnya Pasokan

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini