Harga Minyak Diramal Tinggi pada 2023, Ekonom Ingatkan Beban APBN

Harga minyak mentah dunia diprediksi akan tetap tinggi hingga tahun depan di kisaran US$ 100 per barel karena pasokan dari Rusia terganggu. Para ekonom memperkirakan tingginya harga akan mempengaruhi kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mencapai defisit di bawah 3% pada 2023.

Perusahaan konsultan Wood Mackenzie dalam laporannya memperkirakan harga minyak masih akan tinggi tahun depan karena gangguan pasokan minyak dari Rusia. Selain itu, pabrik minyak masih berjuang untuk memenuhi permintaan yang pulih dari pandemi.

Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Hukum (Celios) Bhima Yudhistira memperkirakan harga minyak yang masih tinggi hingga tahun depan tentu akan membebani anggaran negara. Apalagi, dalam asumsi makro RAPBN 2023, pemerintah menargetkan inflasi pada kisaran 2%-4%. Inflasi yang terkendali berarti pemerintah harus memberikan subsidi anggaran dan kompensasi jika harga energi tahun depan masih tinggi.

“Jika ini adalah Segalanya menjaga inflasi tetap terkendali harga yang diatur tentu anggaran negara akan berdarah,” kata Bima Katadata.co.id Jumat (17/6).

Belanja subsidi dan kompensasi energi tahun depan bisa membengkak lagi jika harga BBM ke listrik tidak dinaikkan untuk menjaga inflasi. Dia memperkirakan jika harga energi tertahan seperti tahun ini, subsidi dan kompensasi bisa naik hingga Rp 720 triliun. Nilai tersebut jauh lebih besar dari alokasi tahun ini yang dinaikkan menjadi Rp 502,4 triliun.

Belanja subsidi dan kompensasi yang semakin membengkak akan mempengaruhi total belanja negara secara keseluruhan tahun depan. Padahal, pemerintah telah berjanji untuk menekan defisit APBN 2023 tidak lebih dari 3%.

“Sepertinya target defisit 3% kurang realistis, asumsi RAPBN harus dirombak total. Inflasi 4%-4,7%,” katanya.

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyepakati asumsi makro dalam RAPBN 2023. Target pertumbuhan ekonomi tahun depan disepakati 5,3%-5,9%, dan US$90- US$110 dolar. per barel.

Baca Juga:   10 Negara Termuda di Dunia Berdasarkan Tahun Kemerdekaannya

“Dari komisi XI, asumsi dasar ekonomi makro dengan target pertumbuhan ekonomi 5,4%-5,9% sama dengan usulan pemerintah, dan inflasi juga sama dengan usulan pemerintah 2%-4%,” kata Ketua Banggar Kata Abdullah dalam rapat panjang, Senin (13/6).

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Febrio Kacaribu mengatakan target pertumbuhan tahun depan mencerminkan optimisme pemulihan ekonomi. Namun, bukan berarti pemulihan ekonomi tahun depan akan mulus tanpa guncangan.

“Memasuki 2023, ketidakpastian akan semakin tinggi,” kata Febrio dalam pertemuan dengan Said pagi ini.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Harga Minyak Diramal Tinggi pada 2023, Ekonom Ingatkan Beban APBN

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaHarga Minyak Diramal Tinggi pada 2023, Ekonom Ingatkan Beban APBN

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini