Gandeng Influencer, Kampanye Literasi Digital Bagi Gen Z Lebih Efektif

Literasi digital semakin dibutuhkan seiring dengan kemajuan teknologi. Kemampuan ini dibutuhkan masyarakat untuk dapat menggunakan teknologi secara lebih bijak dan memanfaatkan media digital, seperti alat komunikasi, jaringan internet, dan lain sebagainya.

Di Indonesia, indeks literasi digital berada pada kategori sedang. Hal tersebut tercermin dari hasil survei Katadata Insight Center (KIC) dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang literasi digital Indonesia pada tahun 2021. Artinya, indeks literasi digital Indonesia berada pada level 3,49 pada tahun 2021. Angka tersebut menempatkan indeks literasi digital Indonesia masih berada pada kategori sedang dengan skala skor indeks 0-5.

Data tersebut dapat diartikan bahwa kampanye literasi digital perlu dilakukan secara berkesinambungan agar angka indeks terus meningkat. Dan dengan berkembangnya teknologi digital saat ini, kampanye juga bisa dilakukan dengan melibatkan peran alias influencer pemberi pengaruhterutama untuk menjangkau generasi Z.

Artinya pemberi pengaruh disini adalah individu atau tokoh yang memiliki kredibilitas untuk mempengaruhi seseorang. Mereka bisa dari selebriti, selebriti, youtuber, tiktoker, penyanyi, atau orang-orang yang dianggap cukup populer di bidang tertentu. Secara umum, pemberi pengaruh memiliki banyak pengikut di media sosial berdasarkan level keterikatan tinggi.

Tingkat keterikatan atau interaksi antara pemberi pengaruh dengan pengikutnya cukup penting untuk dipertimbangkan. Semakin tinggi keterikatan dimiliki oleh seseorang pemberi pengaruh bisa diartikan pengaruhnya terhadap followers akun medsos lebih besar lagi. Tidak hanya itu, mengutip umkmindonesia.id menyampaikan bahwa, pemberi pengaruh dapat memfasilitasi upaya untuk menggeser data audiens media sosial.

Ada beberapa manfaat menggunakan pemberi pengaruh salah satunya adalah menjangkau audiens baru untuk menjadi bukti sosial yang dibutuhkan untuk membangun kepercayaan dari target kampanye.

Baca Juga:   Pedagang Pasar Protes PeduliLindungi untuk Penjualan Minyak Goreng

Namun, pemilihan pemberi pengaruh tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Influencer yang digunakan harus sesuai dengan target audience, agar konten yang dibuat dapat menarik perhatian dan followers pemberi pengaruh itu.

Manfaat lainnya adalah, rata-rata pemberi pengaruh memiliki berbagai media sosial dengan jumlah pengikut yang banyak. Untuk menjangkau audiens yang maksimal, pemberi pengaruh dapat mempromosikan kontennya di berbagai platformnya.

Salah satu contohnya adalah kolaborasi dalam kampanye Berani Bersuara dengan JKT48 dan Laleimano, serta kolaborasi dengan grup band HIVI!. Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan pendidikan literasi digital.

Melalui kerjasama ini, Kominfo dan HIVI! memperkenalkan aransemen musik enak didengar dengan lirik yang menginspirasi generasi muda untuk menggunakan internet dengan bijak. Video musik ini juga mengajak anak muda untuk lebih cerdas dalam menghadapi dampak negatif internet, terutama bagi kesehatan mental mereka.

Lirik dalam lagu ini mengajak masyarakat untuk mengoptimalkan internet untuk hal-hal yang produktif, percaya diri, terutama dalam mengekspresikan versi terbaik diri, serta bijak menyaring hal-hal negatif di dunia maya.

Contoh lainnya adalah program penulisan kreatif bersama Ernest Prakasa. Ernest Prakasa adalah seorang penulis, komedian, dan pembuat film. Diskusi yang dilakukan melalui Zoom Meeting ini dihadiri oleh sekitar 5.000 peserta dan membahas seluk beluk penulisan cerita kreatif. Edukasi ini cukup penting mengingat saat ini semua orang dapat menulis dan mempublikasikannya dengan mudah di berbagai media sosial.

Ernest mengatakan bahwa tema sebuah tulisan dapat diangkat dari hal-hal yang menjadi perhatian penulis. Sedangkan kreativitas dapat diperoleh dengan mengenal diri sendiri dan banyak belajar dari karya orang lain. Kedua hal ini jika digabungkan dapat menghasilkan tulisan yang kreatif dan inovatif.

Baca Juga:   Sentimen Zombi Unicorn di AS Berpengaruh ke Startup Indonesia?

Beberapa kerjasama lain yang juga dilakukan Kemenkominfo dengan influencer antara lain peluncuran program Digital Intelligence Course di sesi Nge-Zoom Barengdengan Iqbal Ramadhan, diskusi santai tentang etika digital melalui sesi Nge-Zoom Bareng Jefri Nichol, program pembuatan video kreatif. dengan smartphone dengan pembuat konten Aulion, kreasi bersama Afghanistan, dan banyak lagi.

Banyak kolaborasi dengan influencer lain yang tak kalah menarik yang bisa diakses di laman info.literasidigital.id.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Gandeng Influencer, Kampanye Literasi Digital Bagi Gen Z Lebih Efektif

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaGandeng Influencer, Kampanye Literasi Digital Bagi Gen Z Lebih Efektif

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini