Erick Thohir: Pertamina Harus Bisa Jadi Perusahaan Raksasa Dunia

Pertamina selama tahun 2021 berhasil mengoptimalkan biaya sebesar US$2,21 miliar atau sekitar Rp32,7 triliun.

Pencapaian tersebut dinilai sangat signifikan di tengah melonjaknya harga minyak dunia. Hal ini membuat peran dan kontribusi Pertamina terhadap negara semakin nyata.

Keuntungan tersebut didapat dari program penghematan biaya sebesar US$1,36 miliar. Penghindaran biaya atau penghindaran biaya sebesar US$356 juta serta tambahan pendapatan sekitar US$495 juta.

PT Pertamina juga melakukan sejumlah program penghematan (penghematan biaya) senilai US$ 1,3 miliar.

Program biaya pengoptimalan yang berhasil menghemat US$2,2 miliar, Penghindaran Biaya US$350 juta dan pendapatan peningkatan sebesar US$0,5 miliar

Jangkauan Pertamina juga dipengaruhi oleh sejumlah faktor dan strategi Pertamina dalam perjalanan tahun 2021.

Di antaranya, produksi hulu migas meningkat 3,93%, yaitu 897 ribu barel setara minyak per hari dari produksi tahun 2020 sebesar 863 ribu barel. Pertamina Capai Rp29 Triliun, Naik Hampir Dua Kali Lipat di 2021

Selain itu, harga minyak mentah Indonesia (Indonesian crude oil/ICP) juga melampaui target 2021 yang semula ditetapkan US$40 per barel, namun di RKAB Pertamina rata-rata harga ICP US$68 per barel.

“Itu hanya menjadi perhatian kami saat itu durian runtuh. Jadi selain produksi meningkat juga karena harga minyak,” kata Direktur Utama PT Pertamina Nicke Widyawati dalam Gathering di Grha Pertamina Jakarta, Rabu (8/6).

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir juga optimistis Pertamina sebagai integrator ekonomi Indonesia bisa menjadi raksasa dunia.

“Pertamina adalah integrator pertumbuhan ekonomi Indonesia. Yang dulu hanya minyak, sekarang kita lihat, nanti turunan produk Pertamina menjadi tulang punggung pondasi negara kita,” ujarnya baru-baru ini. “Turunan dari petrokimia apa? dll. Ini itulah transformasi Pertamina yang kita butuhkan.”

Baca Juga:   Kasus Cacar Monyet Dunia Tembus 1.000, Ini Daftar Negara yang Terkena

Digitalisasi BBM Bersubsidi

Digitalisasi untuk efisiensi dan akurasi target subsidi juga diwujudkan oleh perusahaan plat merah ini, antara lain dengan menguji coba aplikasi MyPertamina.

Pemerintah akan mengkategorikan pembeli Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 atau Pertalite serta Solar Subsidi. Kriteria pembeli akan didaftarkan dalam aplikasi digital salah satunya aplikasi Pertamina yaitu MyPertamina.

Pembelian Pertalite dan solar bersubsidi dengan menggunakan MyPertamina seringkali menjadi kebijakan baru pemerintah.

Revisi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014, khususnya dalam penetapan kriteria penerima subsidi BBM dan juga petunjuk teknis pelaksanaan pembelian Pertalite dan Subsidi Solar.

Aplikasi MyPertamina sudah terdaftar sebanyak 28 juta, sedangkan untuk pengguna aktif mencapai kurang lebih 2,5 juta per bulan.

“Aplikasi ini sudah kami jalankan sejak 2018 dan kami melihat evaluasi kesiapan aplikasi ini. Kesiapan infrastrukturnya sendiri saat ini sekitar 85% SPBU terkoneksi,” ujar Director of Regional Marketing · PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra to CNBC Indonesia di Energy Corner, Senin (13/6/2022).

(Tim Peneliti Katadata)

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Erick Thohir: Pertamina Harus Bisa Jadi Perusahaan Raksasa Dunia

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaErick Thohir: Pertamina Harus Bisa Jadi Perusahaan Raksasa Dunia

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini