Digugat Rp 1,1 Triliun, Bukalapak Siapkan Langkah Hukum

PT Bukalapak Tbk (BUKA) digugat sebesar Rp 1,1 triliun oleh PT Harmas Jalesveva ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Gugatan terdaftar dengan nomor 575/Pdt.G/2022/PN JKT.SEL yang menyatakan bahwa Bukalapak telah melakukan perbuatan melawan hukum.

Kerugian material adalah pengerjaan menyelesaikan arsitektur, pemasangan granit, pengadaan meja granit, pekerjaan elektronik, pekerjaan pemasangan sistem genset, pengadaan WPCU, makelar asuransi mobil, struktur, arsitektur, mekanikal dan elektrikal, serta kerugian pendapatan sewa selama 5 tahun sebesar Rp 107,42 miliar pada tahun tunai, segera, dan pada saat yang sama kepada Harmas Jalesveva.

Sedangkan kerugian immateriil berupa ketakutan bahwa kewajiban Bukalapak tidak akan terbayar. Dampaknya adalah kemungkinan keberadaannya potensi kerugian berupa hilangnya pendapatan sewa, terganggunya perputaran uang (arus kas) dalam pembukuan upaya Harmas Jalesveva.

Selain itu, kerugian nama baik dan/atau nama baik kepada pihak ketiga, serta kerugian lain yang tidak dapat diperhitungkan atas nama baik, reputasi dan perkembangan kegiatan usaha sebesar Rp 1 triliun kepada Harmas Jalesveva.

Dalam petitumnya, PN Jakarta Selatan menyatakan bahwa gugatan Harmas Jalesveva diterima dan dikabulkan seluruhnya serta menghukum Bukalapak untuk membayar ganti rugi kepada Harmas Jalesveva.

PN Jakarta Selatan menyatakan sita jaminan yang sah dan berharga (beslag konservatori) ditempatkan pada harta Harmas Jalesveva, baik berupa benda bergerak maupun tidak bergerak. Dan menghukum Bukalapak karena membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp 100 juta setiap hari setelah putusan tetap berlaku.

Tak hanya kali ini, Harmas Jalesveva mengajukan gugatan terhadap Bukalapak. Februari lalu, gugatan Harmas ditolak pengadilan. Harmas Jalesveva adalah perusahaan pengembang properti yang berlokasi di Jalan Fatmawati Raya No. 1, Cilandak, Jakarta Selatan.

Menanggapi hal tersebut, manajemen Bukalapak mengatakan, saat ini pihaknya sedang menunggu dokumen terkait gugatan dari pihak berwajib untuk dipelajari dan menyiapkan langkah hukum sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.

Baca Juga:   Satgas Targetkan Pelunasan Utang BLBI Capai Rp 25 Triliun pada 2023

Kepala Biro Humas Bukalapak Monica Chua mengatakan pihaknya telah memenangkan gugatan pertama. Dengan demikian, posisi perusahaan dalam perkara tersebut kuat dan jelas serta tidak dapat melanjutkan rencana kerjasama dengan penggugat dengan pertimbangan kewajiban Harmas untuk memenuhi penyediaan ruang kerja belum terpenuhi.

“Kami tidak ikut menanggung kerugian pendapatan sewa penggugat atau kerugian lainnya. Kami siap menghadapi gugatan kedua ini,” kata Monica dalam keterangan resmi, Senin (4/7).

Sebelumnya Bukalapak sempat berniat menjalin kerjasama dengan Harmas Jalesveva dalam hal penyediaan lokasi kerja yang dituangkan ke dalam Surat Niat (LOI). Bukalapak juga sudah membayar uang muka (uang muka). Namun, Bukalapak belum bisa melanjutkan rencana sewa lokasi kerja dengan pertimbangan kewajiban Harmas belum terpenuhi.

Hingga saat ini, Harmas belum memenuhi kewajibannya untuk mengembalikan uang muka kepada Bukalapak.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Digugat Rp 1,1 Triliun, Bukalapak Siapkan Langkah Hukum

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaDigugat Rp 1,1 Triliun, Bukalapak Siapkan Langkah Hukum

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini