Definisi Lelang, Fungsi, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Pagi ini adalah batas akhir lelang yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk 14 mobil. Pelelangan yang dibuka sejak awal Senin pekan ini dilakukan melalui perantara Dinas Kekayaan Negara dan Lelang III Jakarta.

Pelelangan merupakan bagian dari penghapusan barang milik negara. Pelelangan dilakukan secara tertutup dan online. Peserta yang berminat menawar melalui internet secara pribadi (penutupan penawaran) dapat mengakses domain lelang.go.id.

Lalu, apa definisi dari pelelangan? Apa fungsi dan tujuan pelelangan? Apa manfaat lelang bagi pemenang, pemilik barang, dan negara? Apa syarat lelang? Bagaimana cara kerja lelang?

Definisi Lelang

Secara umum, lelang adalah kegiatan jual beli barang atau jasa yang ditawarkan kepada masyarakat. Penawar dengan harga tertinggi berhak atas barang atau jasa tersebut.

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 27/PMK.06/2016 tentang Penyelenggaraan Lelang, pengertian lelang adalah “penjualan barang yang dibuka untuk umum dengan penawaran lisan atau tertulis yang berkurang atau bertambah sampai mencapai harga tertinggi. harga, sebelumnya didahului dengan pengumuman.”

Kegiatan ini terdiri dari berbagai variasi berdasarkan batas minimum bid, durasi hingga cara penentuan pemenang lelang. Dalam prosesnya, lelang tidak memiliki tawaran maksimal. Sedangkan harga batas lelang adalah harga awal yang telah ditetapkan dan diumumkan secara terbuka.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan, yang dimaksud dengan lelang adalah penjualan barang secara terbuka kepada penawar tertinggi (up lelang). Lelang juga bisa berarti penjualan saham di bursa efek. Penjual dapat menawarkan harga yang diinginkan, tetapi jika tidak ada pembeli, penjual dapat menurunkan harga sampai terjadi kesepakatan (lelang turun).

Apa itu lelang?

Lelang adalah istilah transaksi jual beli dengan sistematika khusus. Pengertian Lelang Lelang adalah penjualan barang yang bersifat terbuka untuk umum dengan harga penawaran yang dinaikkan atau diturunkan secara tertulis dan atau lisan untuk mencapai harga tertinggi yang didahului dengan pengumuman lelang.

Lelang berasal dari bahasa Latin lelang yang berarti kenaikan harga secara bertahap. Di Indonesia, pelelangan mulai diadakan pada tahun 1908 ketika Belanda masih menguasai Indonesia. Pada tahun itu, dasar hukum lelang dikenal dengan Reglement Vendu (Stbl. 1908 No. 189) dan Vendu Instructie (Stbl. 1908 No. 190). Hingga saat ini, aturan dasar lelang masih berlaku di Indonesia sebagai pedoman pelaksanaan lelang.

Baca Juga:   Cara Menghapus History Google Chrome di Laptop dan Handphone

Penyelenggara lelang dari pemerintah dilakukan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) sedangkan untuk penyelenggara dari pihak swasta dilakukan oleh balai lelang. Dari kedua penyelenggara tersebut terdapat perbedaan kewenangan lelang yang signifikan dimana balai lelang hanya diperbolehkan melakukan lelang non-eksekusi sukarela sedangkan KPKNL dapat melakukan segala bentuk lelang.

Lelang sukarela non-eksekusi adalah lelang untuk melakukan penjualan barang milik perorangan, kelompok masyarakat, atau badan swasta yang dilelang secara sukarela oleh pemiliknya. Kesederhanaan lelang non-eksekusi sukarela adalah lelang untuk menjual barang-barang milik pribadi yang ingin Anda jual secara sukarela melalui lelang.

Bedanya dengan kewenangan KPKNL, lelang yang dapat dilakukan antara lain lelang wajib eksekusi dan lelang noneksekusi wajib. Misalnya lelang barang sitaan KPK tadi, lelang barang putusan pengadilan, lelang barang milik negara, dan sebagainya.

Fungsi Lelang

Fungsi pelelangan dibagi menjadi dua, yaitu pelelangan pribadi dan pelelangan umum.

1. Fungsi Publik

Fungsi ini terbentuk ketika ada instrumen khusus dalam tugas umum pemerintahan oleh aparatur negara. Lelang umum memberikan pelayanan penjualan barang secara aman, cepat, tertib, dan dengan harga yang wajar.

Lelang ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan negara dari pabean lelang. Lelang juga berfungsi untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan tertib administrasi melalui penanganan kekayaan negara.

2. Fungsi Pribadi

Fungsi pribadi hanya mencakup pembeli dan penjual. Ini tidak ada hubungannya dengan satu atau lain hal dalam kegiatan ekonomi ini.

Jenis Lelang

Jenis lelang dibagi berdasarkan penawaran dan hukum.

#Berdasarkan Penawaran

Jenis lelang berdasarkan tawaran antara lain:

Lelang Online

Pelelangan on line dilakukan di situs tertentu dan penawar dapat mengikutinya secara online. Lelang jenis ini lebih populer karena tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga karena dapat dilakukan di mana saja.

Baca Juga:   Benarkah Google dan YouTube Sudah Daftar PSE dan Bebas Blokir Kominfo?

Lelang Konvensional

Lelang konvensional dilakukan secara langsung dan tatap muka antara peserta dengan kantor lelang.

#Berdasarkan Hukum

Jenis lelang berdasarkan hukum yang berlaku antara lain:

Lelang Non-Eksekusi Wajib

  • Pelelangan barang dari Negara atau Daerah.
  • Pelelangan benda dari Organisasi Jamsostek.
  • Pelelangan benda dari Badan Usaha Milik Negara atau Daerah.
  • Lelang aset dari properti yang tidak dikelola.
  • lelang aset Bank Indonesia.
  • Lelang kayu dan hasil hutan lainnya, harus dari tangan pertama.

Lelang Sukarela Non-Eksekusi

  • Lelang properti bank dalam likuidasi.
  • Lelang barang perseorangan atau pribadi.
  • Pelelangan barang milik BUMN atau BUMD.
  • Lelang benda dari perwakilan asing.

Lelang Eksekusi

  • Lelang eksekusi pengadilan.
  • Lelang eksekusi properti pailit.
  • Lelang eksekusi loot.
  • Lelang eksekusi pegadaian.
  • Lelang pelaksanaan jaminan fidusia.

Manfaat Lelang

Dilansir Ditjen Kekayaan Negara, ada beberapa manfaat lelang dilihat dari sisi pemenang, penjualan melalui lelang, serta manfaat bagi perekonomian, dan negara.

Manfaat lelang saat memenangkan lelang:

1. Penjualan lelang didukung oleh dokumen yang sah karena sistem lelang mengharuskan Pejabat Lelang untuk meneliti terlebih dahulu keabsahan penjual dan barang yang akan dijual (legalitas subjek dan objek lelang). Jadi, ketika kita menjadi pemenang lelang, tentunya barang yang kita miliki dijamin dari berbagai aspek legalitas.

2. Dalam hal barang yang dibeli merupakan barang tidak bergerak berupa tanah, pembeli tidak perlu lagi membayar biaya tambahan untuk membuat akta jual beli kepada PPAT tetapi dengan Akta Lelang pembeli dapat langsung ke tempat Kantor Pertanahan untuk mengembalikan nama. Hal ini dikarenakan Akta Lelang merupakan akta otentik dan statusnya sama dengan akta notaris.

Keuntungan menjual barang melalui lelang:

  1. Mengurangi kecurigaan/tuduhan persekongkolan dari masyarakat atau dari pemilik barang karena penjualannya dilakukan secara terbuka kepada masyarakat, sehingga masyarakat umum dapat mengontrol pelaksanaannya.
  2. Menghindari kemungkinan sengketa hukum.
  3. Penjualan lelang sangat efisien karena didahului dengan pengumuman, sehingga juru lelang dapat berkumpul pada hari lelang.
  4. Penjual akan mendapatkan pembayaran yang cepat karena pembayaran dalam lelang dilakukan secara tunai.
  5. Penjual mendapatkan harga jual yang optimal karena sifat penjualan lelang terbuka dengan penawaran harga yang kompetitif.

Manfaat lelang bagi perekonomian:

  1. Memberikan jawaban pasti tentang harga/nilai suatu barang ditinjau dari subjektivitas seseorang mempengaruhi kualitas barang, kreativitas pembuatan dan nilai seni suatu barang.
  2. Berikan jawaban pasti tentang harga/nilai suatu barang pada saat situasi ekonomi tidak menentu.
  3. Berikan jawaban pasti tentang status kepemilikan suatu barang.
  4. Harga yang terbentuk pada lelang dapat menjadi standar dan barometer dalam suatu sektor perekonomian tertentu.
Baca Juga:   Prabowo Yakin AS dan Cina akan Bijak Jaga Perdamaian Dunia

Manfaat bagi negara:

Pelaksanaan lelang meningkatkan penerimaan negara dalam bentuk PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak).

Ketentuan Lelang

Berikut adalah syarat dan elemen lelang yang membedakannya dari perdagangan biasa

  1. Harus transparan, sesuai dengan dasar lelang yang berlangsung.
  2. Penjualan lelang dilakukan dengan cepat dan efisien.
  3. Penjualan secara lelang harus didahului dengan pengumuman.
  4. Dalam pelelangan harus dilakukan secara tunai dan dalam jangka waktu tertentu.
  5. Lelang pada prinsipnya wajib menyetorkan uang jaminan sebelum mengikuti lelang. Pembayaran dilakukan tiga hari kerja setelah lelang. Jika tidak, pemenang lelang dianggap default.
  6. Pembayaran dapat dilakukan lebih dari tiga hari dengan persetujuan Menteri Keuangan.
  7. Dalam pelelangan Kantor Lelang wajib melaksanakan dan mencatat jalannya pelelangan, serta menuangkannya dalam Selebaran Lelang yang merupakan akta otentik.
  8. Lelang menganut asas transparansi, asas, efisiensi, akuntabilitas, kompetensi, serta kepastian dan kesepakatan.

Cara Kerja Lelang

Pelelangan biasanya diadakan di suatu tempat atau acara. Namun, di era yang semakin maju ini, banyak lelang diadakan secara teratur on line melalui media sosial. Untuk cara kerjanya sendiri, berikut penjelasan proses lelangnya.

  1. Juru lelang adalah orang yang akan mengumumkan dan menunjukkan benda tersebut kepada peserta.
  2. Harga dasar lelang adalah harga yang telah ditentukan. Kemudian, pengemudi menawarkan objek dengan harga dasar sebagai pembuka.
  3. Selanjutnya, juru lelang dapat mulai menawar harga yang lebih tinggi dari harga pembukaan sebelumnya.
  4. Setiap peserta dipersilakan untuk mengajukan penawar tertinggi. Tapi ini tidak wajib, tidak masalah jika Anda memilih untuk tidak menawar.
  5. Setelah ada penawaran tertinggi sampai tidak ada yang melebihi, pemenang dapat ditentukan dan objek lelang dapat diberikan.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Definisi Lelang, Fungsi, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaDefinisi Lelang, Fungsi, Manfaat, dan Cara Kerjanya

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini