Dana Perlindungan Investor Pasar Modal Tembus Rp 235 M, Melonjak 9,9%

Badan Perlindungan Pemodal Pasar Modal Indonesia, Dana Perlindungan Pemodal Efek (SIPF) mencatat total dana perlindungan pemodal (DPP) untuk tahun 2021 sebesar Rp 235,83 miliar. Angka tersebut lebih besar dari Rp 21,31 miliar atau 9,93% dari nilai DPP awal tahun 2021 yang sebesar Rp 214,52 miliar.

DPP akhir tahun 2021 merupakan dana perlindungan aset investor sebesar Rp 5.426 triliun dari 4,39 juta investor pasar modal yang terdaftar di Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

Sementara itu, peningkatan DPP diperoleh dari beberapa sumber antara lain melalui kontribusi iuran tahunan anggota perantara pedagang efek atau pedagang efek dan bank kustodian sebagai anggota DPP sebesar Rp 15,21 miliar. Selain itu, melalui hasil investasi pengelolaan DPP sebesar Rp 8,60 miliar.

Berdasarkan laporan tertulis, SIPF mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar Rp 4,38 miliar pada akhir tahun 2021, atau meningkat 80% dari pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp 2,43 miliar. Laba komprehensif tahun berjalan juga tumbuh 37% menjadi Rp 8,46 miliar dari sebelumnya Rp 6,18 miliar.

Sedangkan pendapatan SIPF sebagai penyelenggara dana perlindungan modal, berasal dari pendapatan jasa pengelolaan DPP sebesar Rp 2,58 miliar atau turun 24,22% dari pendapatan jasa tahun 2020.

Sebagai informasi, Selasa (21/6) lalu telah diselenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dihadiri oleh seluruh pemegang saham perseroan yakni PT Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diwakili oleh I Gede Nyoman Yetna, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia ( KPEI) diwakili oleh Umi Kulsum, dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) diwakili oleh Syafruddin.

Dalam RUPST, para pemegang saham menyetujui pengangkatan dewan komisaris dan direksi untuk periode 2022-2025. Dalam hal ini, Lucia Sintha Sari diangkat sebagai komisaris utama perusahaan dan Dian Kurniasarie sebagai komisaris perusahaan menggantikan dewan komisaris periode sebelumnya Dewi Arum Prastyaningtyas dan Roni Gunardi.

Baca Juga:   Rusia Setop Pasokan Gas ke Belanda yang Menolak Membayar dengan Rubel

Kemudian, Narotama Aryanto diangkat sebagai direktur utama dan Mariska Aritany Azis diangkat sebagai direktur perusahaan. Keduanya merupakan direktur yang masih menjabat dan dipercaya kembali untuk dapat melanjutkan kepemimpinannya di perusahaan.

“Dengan terpilihnya kembali Narotama Aryanto dan Mariska Aritany Azis, maka program kerja strategis yang sedang berjalan dapat segera dilanjutkan kembali,” kata manajemen SIPF dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/6).

Manajemen memaparkan beberapa program strategis SIPF tahun ini antara lain tindak lanjut usulan perubahan ketentuan, baik peraturan OJK maupun undang-undang terkait peningkatan ruang lingkup perlindungan DPP, dan persiapan kajian penerapan prinsip syariah di pengelolaan dan pendistribusian DPP.

Selain itu, pemenuhan tindak lanjut kesiapan sebagai pengelola dana kompensasi kerugian investor (DKKI), penyiapan konsep dan usulan pelaksanaan simulasi pengurus DKKI, serta penyusunan studi kelayakan pengembangan e-claim.

“Dengan terpilihnya dewan komisaris dan direksi baru perseroan, perseroan berharap dapat menyelesaikan setiap program kerja dan kegiatan pada tahun ini, sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” lanjut manajemen.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Dana Perlindungan Investor Pasar Modal Tembus Rp 235 M, Melonjak 9,9%

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaDana Perlindungan Investor Pasar Modal Tembus Rp 235 M, Melonjak 9,9%

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini