Ciri-Ciri Cerita Fiksi, Pengertian, dan Contoh Cerita Fiksi Singkat

Ciri-Ciri Cerita Fiksi – Masih banyak siswa yang belum mengetahui ciri-ciri cerita fiksi. Cerita fiksi sendiri merupakan karangan non-ilmiah yang berasal atau tercipta dari imajinasi pengarang. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa salah satu ciri cerita fiksi adalah biasanya tidak didasarkan pada fakta dan kenyataan. Selain itu, cerita yang ditulis tidak benar-benar terjadi.

Meski banyak penulis mengatakan diambil dari pengalaman, namun cerita yang dikembangkan tetap mengandung unsur imajinasi. Salah satu contohnya adalah tentang dunia sihir dalam serial novel populer Harry Potter.

Menurut laman wikipedia, Fiksi adalah cerita atau latar yang berasal dari imajinasi—dengan kata lain, tidak secara ketat berdasarkan sejarah atau fakta. Fiksi bisa diekspresikan dalam beragam format, termasuk tulisan, pertunjukan langsung, film, acara televisi, animasi, permainan video, dan permainan peran.

Walaupun istilah fiksi ini awalnya lebih sering digunakan untuk bentuk sastra naratif, termasuk novel, novella, cerita pendek, dan sandiwara. Fiksi biasanya digunakan dalam arti paling sempit untuk segala “narasi sastra”.

Ciri-Ciri Cerita Fiksi

Menurut The American College Dictionary, fiksi adalah cabang sastra yang berisi narasi imajinatif. Terutama yang berbentuk prosa seperti cerpen, dongeng hingga novel. Meskipun telah dipelajari dan dibahas, masih banyak orang yang salah mengartikan perbedaan ciri cerita fiksi dengan unsur-unsurnya.

Lalu apa saja ciri-ciri cerita fiksi, jenis, struktur dan unsurnya? Dilansir dari Liputan6.com, dan katadata.co.id, simak ulasan informasinya berikut ini.

Cerita fiksi terdapat dalam bacaan buku dan novel yang mengandung imajinasi pengarang. Teks fiksi adalah cerita fiksi murni dari penulis. Berbeda dengan teks nonfiksi, cerita fiksi didasarkan pada fakta yang diperoleh dari pengalaman diri sendiri dan orang lain.

Kemudian teks tersebut dibuat menjadi sebuah cerita yang menarik. Teks fiksi tidak perlu mencari kebenaran ceritanya di dunia nyata. Teks fiksi biasanya terdapat dalam dongeng, legenda, cerita anak, fiksi sejarah, dan novel. Berikut ciri-ciri teks fiksi yang terdapat dalam cerpen, novel, dan cerita bergambar:

Cerita fiksi menggunakan cerita fiksi atau cerita nyata. Cerita tersebut kemudian ditambah atau dikurangi oleh pengarangnya.

Fitur Cerita Fiksi

Ciri Cerita Fiksi
Ciri Cerita Fiksi

Cerita fiksi adalah karangan non-ilmiah yang berasal atau diciptakan dari imajinasi penulis. Fiksi sendiri merupakan karya sastra yang memiliki sifat dasar umum sebagai penanda bentuk fiksi. Dimana tokoh, latar cerita hingga permasalahan dalam cerita fiksi merupakan realitas imajinatif, bukan objektif.

Nilai-nilai kebenaran dalam cerita fiksi tidak bisa dijadikan pedoman atau patokan. Sebab, nilai-nilai itu tidak objektif tapi imajinatif. Itulah sebabnya salah satu ciri cerita fiksi adalah mengandung kebenaran logis atau dapat melalui penalaran. Kebenaran logis ini akan membuat cerita fiksi selalu memiliki interpretasi yang berbeda pada setiap pembacanya.

Selain yang disebutkan di atas, ada beberapa fitur lain dari cerita fiksi. Ciri-ciri cerita fiksi yang dapat dipelajari adalah sebagai berikut:

  1. Fiksi adalah cerita atau cerita yang bersifat fiksi alias imajinasi pengarang
  2. Fiksi memiliki kebenaran relatif dan juga non-absolut
  3. Fiksi menargetkan perasaan atau emosi pembaca
  4. Fiksi adalah cerita yang mengandung pesan atau pesan moral tertentu
  5. Karya fiksi biasanya tidak memiliki sistem penulisan yang baku
  6. Karya fiksi biasanya menggunakan bahasa konotatif
  7. Menunjukkan sudut pandang yang berbeda
Baca Juga:   Contoh Karya Ilmiah yang Sederhana Namun Benar

Jenis Cerita Fiksi

Setelah mengetahui ciri-ciri cerita fiksi, ketahui juga jenis-jenis karya sastra yang satu ini. Berdasarkan teori kajian fiksi, jenis-jenis fiksi dapat dibedakan menjadi 3 jenis. Berikut adalah jenis-jenis cerita fiksi yang dapat dipahami:

1. Fiksi Sejarah

Seperti namanya, jenis fiksi ini berkaitan dengan fakta sejarah. Data dalam fiksi yang meliputi tokoh, latar, alur, dan unsur fiksi memiliki kesamaan dengan fakta sejarah yang ada. Jenis fiksi ini sebenarnya bisa menjadi alternatif sumber sejarah. Meski tidak bisa dianggap 100 persen benar.

2. Fiksi Biografi

Jenis fiksi selanjutnya adalah fiksi biografi. Fiksi ini lebih banyak berkaitan dengan fakta penulisan biografi seorang tokoh atau seseorang. Misalnya buku Bung Tomo, Amien Rais dan Catatan Seorang Demonstran.

3. Fiksi Ilmiah

Jenis fiksi yang terakhir adalah fiksi ilmiah. Fiksi ini berkaitan dengan dasar-dasar penulisan ilmiah. Misalnya buku Bilangin Fu karya Ayu Utami atau Supernova karya Dewi Lestari.

Ciri Struktur Cerita Fiksi

Orientasi

Menjelaskan tentang tema, latar belakang tema dan tokoh-tokoh dalam karya sastra. Biasanya bagian ini akan ditemukan di awal cerita. Nanti orientasinya akan menjadi penjelas dari cerita itu sendiri.

Komplikasi

Berisi tentang berbagai masalah yang dihadapi para tokoh dalam cerita fiksi.

Evaluasi

Berisi pembahasan, pemecahan dan pemecahan masalah yang dihadapi namun belum selesai.

Resolusi

Berisi inti pemecahan masalah yang dihadapi tokoh.

Kode atau reorientasi

Berisi pesan moral atau pesan cerita yang dapat diambil dari karya sastra.

Elemen Cerita Fiksi

Masih banyak orang yang salah mengartikan perbedaan ciri cerita fiksi dengan unsur-unsurnya. Berikut adalah unsur-unsur cerita fiksi yang dapat dipahami:

Tema

Ide pokok pertanyaan yang menjiwai seluruh isi cerita fiksi. Tema seringkali diambil dari konflik kehidupan.

Merencanakan

Dasar cerita atau bisa dikatakan perkembangan cerita fiksi.

Alur

Serangkaian karya sastra fiksi. Aliran meliputi alur maju, mundur dan maju-mundur. Penyelesaian alur tersebut dapat berupa alur klimaks dan alur anti klimaks.

Pengaturan

Tempat terjadinya cerita dan dapat dibedakan menjadi latar antropologis dan latar geografis.

Aktor (tokoh)

Aktor yang bertanggung jawab menghidupkan cerita fiksi. Tokoh tersebut meliputi tokoh utama (protagonis), tokoh lawan (antagonis) dan tokoh perantara.

Sudut pandang

Hal-hal yang menjadi dasar tema dan tujuan penulisan. Biasanya berupa gaya orang pertama dari tokoh utama atau gaya orang ketiga yang berpengetahuan.

Lingkungan

Unsur fiktif yang mendasari suasana penokohan cerita. Dimana hal tersebut dapat menimbulkan konflik. Suasananya bisa menyenangkan, mengharukan, sedih hingga menantang.

Tujuan teks fiksi adalah untuk menghibur dan menceritakan suatu peristiwa.
Memiliki jalan cerita yang menarik.

Bahasa yang komunikatif.

Teks fiksi menggunakan bahasa yang tidak baku dan menarik pembaca.
Cerita fiksi memberikan tekanan emosional dan emosional pada pembaca.

Jenis-jenis Teks Fiksi

Mengutip dari Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia SMA kelas XI, terdapat dua jenis teks fiksi, yaitu novel dan cerita pendek. Keduanya merupakan karya sastra dan fiksi.

Menurut Nurgiyantoro, teks fiksi sengaja dibatasi pada karya prosa, prosa naratif, dan teks naratif. Nurgiyantoro membagi karya sastra sebagai fiksi sejarah, dengan dasar penulisan fakta sejarah, fiksi biografi, dan fiksi ilmiah.

Baca Juga:   Beasiswa Kuliah Jerman Untuk S2, Biaya Kuliah Penuh

Berikut penjelasan jenis-jenis teks fiksi menurut Nurgiyantoro:

Fiksi Sejarah

Misalnya, novel-novel fiksi sejarah, yaitu Darji Zaidan, seperti Bendera Hitam Khurasan dan Tentara Islam di Galia, dapat dilihat sebagai fiksi sejarah. Novel sejarah berkaitan dengan fakta-fakta yang dikumpulkan oleh penulis. Melalui sumber yang akurat, pengarang dapat memberikan cerita fiksi melalui pemikiran dan perasaan tokoh melalui percakapan.

Fiksi biografi

Fiksi biografi adalah karya sastra imajinasi pengarang. Teks fiksi ini memunculkan suatu bentuk dialog yang diciptakan oleh pengarang. Contohnya adalah Kuantar Kau ke Gerbang (Ramadhan K.H.), Tahta untuk Rakyat (Mochtar Lubis), dan Sang Pencerah (Akmal Nasery Basral).

Fiksi ilmiah

Berbeda dengan sejarah dan biografi, fiksi ilmiah berurusan dengan fakta-fakta ilmiah. Misalnya, novel George Orwell 1984. Cerpen atau cerita pendek, Teks fiksi terdiri dari prosa pendek atau cerita pendek.

Novel

Novelet adalah teks fiksi yang lebih panjang dari cerita pendek, tetapi lebih pendek dari novel. Segmentasi novel bisa beragam, ada novel remaja (teenlit), novel dewasa, dan novel anak-anak. Novel adalah cerita berbentuk prosa yang memiliki unsur teks fiksi yang lebih luas dan detail. Konflik yang diciptakan pengarang lebih rumit.

Cerita anak-anak

Cerita anak dapat berbentuk prosa. Rentang pembacanya adalah anak-anak di bawah 14 tahun.

Dongeng

Dongeng adalah hasil imajinasi seorang pengarang yang unik dan tidak nyata.

Fabel

Fabel adalah cerita fiksi tentang binatang. Teks fiksi ini menceritakan tentang sosok hewan yang dapat berbicara seperti manusia. Contoh fabel adalah Rusa Pintar.

Hikayat

Hikayat adalah cerita, cerita sejarah, dan cerita romantis fiktif. Tujuan dari cerita ini adalah untuk menginspirasi, menghibur, dan memeriahkan pesta. Contoh hikayat adalah Hikayat Hang Tuah dan Hikayat Seribu Satu Malam.

Legenda

Legenda adalah dongeng tentang suatu peristiwa, yang dapat berasal dari daerah. Contoh legenda adalah Malin Kundang, asal usul Candi Prambanan, dan Tangkuban Perahu.

Tungau (Mitos)

Mitos berhubungan dengan kepercayaan masyarakat yang berisi cerita tentang okultisme dan kekuatan. Contoh mitos adalah Nyi Roro Kidul.

Kisah Perumpamaan

Merupakan dongeng yang berisi nasehat dan mendidik. Contoh cerita perumpamaan tentang Haji Bakhil.

Kisah yang Mengharukan

Teks fiksi ini menceritakan unsur komedi dan kritik yang ditujukan pada perilaku manusia atau masyarakat. Contoh kisah yang mengharukan adalah Kabayan.

Unsur Teks Fiksi

Ada dua unsur teks fiksi, yaitu unsur intrinsik yang terdiri dari tema, tokoh, alur, latar, amanat, perspektif, dan personifikasi. Sedangkan unsur ekstrinsik digunakan untuk membentuk sebuah karya sastra. Unsur ekstrinsik terdiri dari keyakinan, pandangan hidup, psikologi, dan keadaan subjektif individu maupun pengarang.

Baca juga: Cerita Rakyat

Contoh Cerita Fiksi Pendek

Cerita fiksi termasuk dalam salah satu bentuk karangan. Biasanya, materi pemahaman dan contoh cerita fiksi ini termasuk dalam mata pelajaran bahasa Indonesia.

Membuat cerita fiksi membutuhkan kreativitas karena didasarkan pada karangan dan bukan peristiwa nyata. Bahkan, cerita ini menjadi salah satu favorit karena memiliki cerita yang ringan.

Contoh teks fiksi pendek adalah cerita pendek (cerpen). Cerpen ini menceritakan sekilas tentang kehidupan seseorang, sekaligus menyajikan nilai-nilai kebaikan di dalamnya. Mengutip dari belajar.kemdikbud.go.id, berikut adalah contoh:

1. Sangkuriang – Ciri Cerita Fiksi

Sangkuriang adalah salah satu contoh cerita fiksi legendaris. Kisah ini menceritakan tentang seorang pria yang membangun sebuah bendungan untuk mendapatkan cinta dari seorang gadis bernama Dayang Sumbi. Namun diketahui, gadis itu adalah ibunya sendiri yang memiliki kecantikan abadi.

Baca Juga:   Pengertian Omzet, Bedanya dengan Profit, dan Tips Menggenjot Omzet

Sang ibu berharap Sangkuriang gagal dalam menjalankan tantangan tersebut. Harapannya terkabul dengan bantuan masyarakat setempat. Sangkuriang yang tidak menyelesaikan tantangan itu marah.

Dia yang hampir menyelesaikan bendungan juga memecahkannya, membuat kota tenggelam. Perahu yang dia buat juga ditendang dan berubah menjadi gunung.

2. Rawa Pening – Ciri Cerita Fiksi

Rawa Pening berkisah tentang seorang anak yang memiliki ilmu gaib namun justru membuat si penyihir jahat cemburu dan mengutukinya sehingga warga sekitar enggan untuk mendekat.

Bocah itu melarikan diri dan mengeluarkan tusuk sate. Tak disangka, tempat itu menjadi mata air yang akhirnya dikenal dengan nama telaga rawa pening. Contoh cerita fiksi dan pesannya mengingatkan kita untuk tidak iri dengan kemampuan orang lain.

3. Malin Kundang – Ciri Cerita Fiksi

Cerita dari Sumatera Barat ini merupakan contoh cerita fiksi sejarah. Dikisahkan seorang anak bernama Malin Kundang merantau dan kembali ke kampung halamannya. Dia kembali dengan sukses dan berpakaian bagus.

Namun, dia menjadi anak yang memberontak karena dia tidak mengenali ibunya dan mengusirnya. Ibunya juga berdoa agar Malin Kundang dikutuk menjadi batu. Sampai hari ini, batu itu masih berdiri di pantai.

4. Sang Pemimpi

The Dreamer menjadi cerita pendek fiksi atau novel. Kisah ini menceritakan kehidupan tiga anak di Belitong yang memiliki impian untuk bersekolah di Prancis. Namun, ada banyak tantangan serta pengorbanan hidup yang harus dilakukan.

5. Keajaiban

Kisah ini menceritakan kehidupan seorang anak laki-laki bernama August Pullman. Anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar diketahui terlahir dengan kelainan bentuk wajah. Namun, dia menjadi percaya diri dengan menunjukkan bahwa dia sama seperti anak lainnya.

6. Bawang Merah dan Bawang Putih

Bawang Merah dan Bawang Putih menceritakan kisah seorang gadis bernama Bawang Putih yang memiliki sifat baik dan memiliki saudara tiri yang jahat bernama Bawang Merah.

Suatu hari, Bawang Putih mendapat labu berisi emas dari nenek penyihir. Melihat itu, Bawang Merah merasa cemburu dan serakah sehingga dia bertanya juga. Kasihan yang didapat Bawang Merah bahkan ular berbisa. Hal ini disebabkan oleh sifat jahat, iri hati, dan ketundukan yang dimiliki Bawang Merah.

7. Lutung Kasarung

Contoh cerita fiksi yang terakhir adalah Lutung Kasarung. Kisah ini menceritakan tentang seorang putri cantik bernama Purbasari yang diusir dari istana. Pasalnya sang kakak iri dengan Purbasari yang diangkat menjadi ratu dan bukan dirinya sendiri.

Purbasari yang tinggal di luar keraton juga bertemu dengan seekor kera. Rupanya kera tersebut adalah jelmaan seorang pangeran dari keraton khayangan dan sedang mencari istri. Dari pertemuan itu, mereka juga mencari keadilan bersama dengan merebut kembali takhta.

8. Kelinci pemalas

Di sebuah hutan hiduplah sepasang sahabat. Mereka adalah kelinci dan tupai. Setiap hari mereka menghabiskan waktu bersama.

Suatu hari, tupai berkata kepada kelinci, “Ayo buat sarang. Sekarang musim hujan. Saat hujan, kita punya tempat berteduh.”

“Ya, kamu benar. Tapi biarkan aku istirahat dulu,” jawab kelinci.

Sore itu, hujan turun dengan deras. tupai

kelinci berlindung di bawah pohon. Mereka basah dan dingin.

“Jika kita punya sarang, tentu kita tidak akan basah seperti ini,” kata tupai.

“Ya, kamu benar,” jawab kelinci.

“Besok pagi kita akan membuat sarang,” kata kelinci lagi.

Semoga bermanfaat jangan lupa tinggalkan jejak kebaikan, like komen dan share!

Baca juga: Pengertian Cerita Rakyat

EdupediaCiri-Ciri Cerita Fiksi, Pengertian, dan Contoh Cerita Fiksi Singkat

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini