Budidaya Udang Vaname Milenial Dengan Teknologi IOT

Schmu.id, Budidaya Udang Vaname Milenial, Udang vaname (Litopenaeus vannamei) merupakan salah satu udang vaname yang cukup komersial (BBAP Situbondo, 2006). Udang vaname adalah spesies asli perairan Pasifik, banyak ditemukan di pantai barat Meksiko hingga Peru.

Udang ini pertama kali diperkenalkan untuk budidaya di Asia pada tahun 1996 di Taiwan dengan mengimpor calon induk vaname dari Hawaii. Selanjutnya, upaya ini menyebar ke Cina, Myanmar, Indonesia dan beberapa negara di Asia Tenggara.

Budidaya Udang Vaname Milenial Teknoli IOT

Budidaya Udang Vaname Milenial
Budidaya Udang Vaname Milenial

Budidaya udang vaname di Indonesia saat ini menjadi andalan sektor perikanan budidaya dan menjadi prioritas pengembangan budidaya perikanan di Indonesia untuk meningkatkan perekonomian nasional. Dalam kurun waktu 2012-2018, kontribusi nilai ekspor udang terhadap nilai ekspor perikanan Indonesia rata-rata mencapai 36,27% (BPS, 2019).

Artinya, komoditas udang memiliki peran yang sangat signifikan terhadap kinerja ekspor komoditas perikanan Indonesia.Pada tahun 2018, volume ekspor udang sebesar 197,43 ribu ton dengan nilai USD 1.742,12 juta (DJPB, 2019).

Pada periode tahun 2019, produksi udang mencapai 517.397 ton dan ditargetkan meningkat 250% pada tahun 2024 menjadi 1.290.000 ton dengan nilai produksi sebesar 36,22 triliun pada tahun 2019 menjadi 90,30 triliun pada tahun 2024 (KKP, 2020).

Saat ini jumlah petani yang bekerja di sektor budidaya air payau mencapai 389 ribu orang (KKP, 2019). Jumlah pembudidaya atau SDM yang dibutuhkan untuk bekerja di sektor ini akan terus bertambah dengan adanya program peningkatan produksi perikanan hingga tahun 2024, khususnya produksi udang yang akan menargetkan penambahan luas lahan 100.000 hektar (KKP, 2020).

Budidaya udang vaname di Indonesia telah berkembang pesat di sentra-sentra produksi perikanan di seluruh Indonesia dan akan dikembangkan di beberapa daerah baru terutama di Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Maluku dan Maluku Utara.

Baca Juga:   97% Arus Lalu Lintas Digital di Indonesia Masih Lewat Singapura

Saat ini produktivitas budidaya udang vaname berkisar antara 10 – 50 ton/hektar/siklus tergantung model budidaya yang dikembangkan mengikuti kemajuan teknologi dari sistem semi intensif ke super intensif (KKP, 2020).

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menargetkan peningkatan produksi udang nasional sebesar 250% dalam lima tahun ke depan (2019-2024). Untuk mencapai target tersebut harus didukung dari berbagai aspek, salah satunya pemanfaatan teknologi digital.

Pemanfaatan teknologi digital sangat erat kaitannya dengan era Revolusi Industri ke-4 atau yang lebih dikenal dengan Industri 4.0.

Salah satu program KKP yang mengusung semangat Industry 4.0 adalah pengembangan Millennial Shrimp Farming (MSF) atau generasi milenial tambak udang. Program ini dilaksanakan sebagai upaya pemerintah untuk melibatkan kaum milenial untuk mencoba mengembangkan budidaya udang.

Model kolam ini diyakini cocok untuk generasi milenial dari segi kepraktisannya untuk dibudidayakan saat ini. Berbeda dengan kolam konvensional, model kolam ini tidak membutuhkan lahan yang luas, berbentuk bulat dan fleksibel.

Kolam dapat dibongkar pasang dengan ukuran kolam yang bisa disesuaikan dengan lahan yang ada. Untuk mempelajari dan memahami cara budidaya Udang Vaname di tambak MSF dapat dipelajari melalui link dibawah ini : budidaya udang vaname

Video Keunggulan Tambak Udang Vaname Milenial

TeknologiBudidaya Udang Vaname Milenial Dengan Teknologi IOT

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini