Berkaca dari Covid-19, G20 Harus Berbenah Hadapi Diabetes Melitus

Dunia masih menghadapi masalah kesehatan yaitu pandemi Covid-19 hingga saat ini. Namun, ada ancaman kesehatan lain yaitu Diabetes Mellitus.

T20 Ketua Wakil Ketua, Prof. Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengatakan diabetes melitus merupakan penyakit potensial dalam sistem kesehatan. Selain terhadap sistem kesehatan, diabetes melitus dapat berdampak pada perekonomian nasional.

Oleh karena itu, melihat pandemi, G20 perlu mengantisipasi peningkatan jumlah pasien diabetes. “Untuk membangun sistem kesehatan yang lebih kuat dan akses yang memadai,” kata Bambang dalam webinar T20, Rabu (29/6).

Bambang mengatakan saat ini 422 juta orang di dunia mengidap diabetes. Mayoritas adalah warga negara berpenghasilan menengah dan rendah.

Jumlah ini diperkirakan meningkat menjadi 578 juta jiwa pada 2030 dan 700 juta jiwa pada 2045. Bambang mengatakan saat ini perbaikan yang dapat dilakukan adalah identifikasi dan intervensi kependudukan yang menunjukkan tanda-tanda. gangguan toleransi glukosa (IGT) sebagai alarm pra-diabetes.

“Termasuk beradaptasi dengan obat yang berkembang pesat dan penyediaan layanan (kesehatan) baru yang perlu diperkuat,” kata mantan Menteri Riset dan Teknologi itu.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Kesehatan G20, dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan diabetes merupakan salah satu penyakit penyerta Covid-19 yang menyebabkan jumlah kematian tertinggi.

Tak hanya itu, penyakit ini juga bisa menyerang mereka yang berusia produktif. Padahal, Indonesia akan mengalami bonus demografi pada 2030.

“Di Indonesia kita melihat angka kematian dan angka penyakit akibat diabetes melitus masih sangat tinggi, terutama pada usia produktif,” kata Nadia.

Menurutnya, usia produktif sangat penting untuk mendongkrak perekonomian karena 68% penduduk Indonesia adalah usia produktif. Apalagi, Indonesia akan mengejar target menjadi negara maju dalam beberapa dekade mendatang.

Baca Juga:   Langkah G20 Mendorong Transaksi Pembayaran Antarnegara Lebih Murah

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan akan meningkatkan pelayanan kesehatan, salah satunya menurunkan pasien diabetes. Beberapa cara tersebut adalah promosi kesehatan, pencegahan, deteksi dini, dan pelayanan kesehatan berbasis siklus hidup.

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli Berkaca dari Covid-19, G20 Harus Berbenah Hadapi Diabetes Melitus

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaBerkaca dari Covid-19, G20 Harus Berbenah Hadapi Diabetes Melitus

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini