AS di Ambang Resesi, Dampaknya ke Perdagangan dan Keuangan Indonesia

Perekonomian Amerika Serikat (AS) kini berada di ambang resesi karena tekanan inflasi yang masih tinggi dan mendorong Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga secara agresif. Resesi yang menaungi negara dengan ekonomi terbesar dunia itu juga akan berdampak pada Indonesia melalui trade to finance.

“Mengingat Amerika adalah ekonomi utama dunia, maka jika terjadi resesi di negara itu, ekonomi global akan terpengaruh,” kata Plt. Kepala Pusat Kebijakan Makroekonomi Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Abdurohman kepada Katadata.co.idKamis (30/6).

Salah satu dampak langsung dari resesi AS adalah pada jalur perdagangan. Amerika merupakan salah satu tujuan utama ekspor Indonesia. Nilai ekspor ke negara tersebut pada bulan lalu merupakan terbesar ketiga setelah China dan India dengan nilai US$2,05 miliar atau 10,26% dari total ekspor.

Resesi ekonomi AS juga akan berdampak tidak langsung pada jalur perdagangan, karena memicu pelemahan ekonomi di negara mitra dagang utama Indonesia lainnya.

Selain jalur perdagangan, kondisi ekonomi AS juga akan mempengaruhi Indonesia melalui jalur keuangan, terutama dengan langkah The Fed yang gencar menaikkan suku bunga. The Fed pada pertemuan bulan ini menaikkan suku bunga menjadi 75 bps dan tumbukan tersebut diperkirakan akan menaikkan suku bunga 50 hingga 75 bps pada pertemuan Juli untuk meredam lonjakan inflasi.

“Pengetatan kebijakan moneter yang lebih cepat dan lebih tajam di AS juga menyebabkan biaya pinjaman yang lebih tinggi (biaya dana) dan likuiditas global yang lebih ketat,” ujarnya.

Meski demikian, dia tetap optimis dengan kondisi perekonomian domestik. Indonesia, menurutnya, merupakan salah satu negara yang paling tangguh atau tangguh. Beberapa lembaga internasional juga memperkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh di kisaran 5% tahun depan.

Baca Juga:   Enam Startup Indonesia Sudah Untung, Bagaimana Potensi Bisnisnya?

Dia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu juga berhasil kembali ke level sebelum pandemi ketika banyak negara masih di bawah level normal. Kinerja ekonomi domestik tahun ini juga terus menguat ditopang oleh membaiknya pandemi, kuatnya ekspor akibat kenaikan harga komoditas dan menguatnya permintaan domestik baik konsumsi maupun investasi.

Sejumlah analis memperingatkan ekonomi AS bisa jatuh ke dalam resesi tahun depan. Menurut data terbaru, ekonomi terbesar dunia itu mengalami kontraksi 1,6% per tahun pada kuartal pertama tahun ini. Kinerja ini juga menurun tajam dibandingkan triwulan sebelumnya yang masih berhasil tumbuh positif 6,9%.

Kepala ekonom Bank Dunia Carmen Reinhart menyatakan skeptis bahwa Amerika Serikat dan ekonomi global dapat menghindari resesi di tengah kenaikan inflasi, suku bunga yang tajam dan perlambatan pertumbuhan ekonomi China. Dia mengatakan bahwa secara historis, mengendalikan inflasi dan pada saat yang sama merancang soft landing ekonomi adalah tugas yang sangat menakutkan. Risiko resesi menjadi semakin tak terelakkan.

“Yang mengkhawatirkan semua orang adalah bahwa semua risiko menumpuk di sisi negatif,” katanya seperti dikutip. ReutersKamis (30/6).

Berita ini kami Kurasi dari katadata.co.id dengan judul aseli AS di Ambang Resesi, Dampaknya ke Perdagangan dan Keuangan Indonesia

Silahkan berlangganan konten kami di Google News

BeritaAS di Ambang Resesi, Dampaknya ke Perdagangan dan Keuangan Indonesia

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini