Apple hingga Google Terancam Denda Jumbo Aturan Anti-monopoli Eropa

Uni Eropa (UE) menargetkan untuk mulai menegakkan aturan anti-monopoli yang disebut Undang-undang Pasar Digital (DMA) pada musim semi 2023. Aturan itu sempat membuat raksasa teknologi global seperti Apple, Meta, hingga Google terancam denda jumbo hingga 10% dari omset globalnya.

Wakil presiden eksekutif Komisi Eropa Margrethe Vestager sebelumnya mengatakan bahwa DMA akan mulai berlaku pada Oktober tahun ini. Namun, pada konferensi International Competition Network (ICN) pekan lalu, dia mengatakan aturan yang akan mengekang kekuatan raksasa teknologi global itu dapat diterapkan pada musim semi 2023.

“DMA akan mulai berlaku musim semi mendatang dan kami sedang mempersiapkan penegakan hukum segera setelah pemberitahuan pertama masuk,” kata Vestager, dikutip dari The Verge Selasa (10/5).

Vestager menyarankan agar Komisi Eropa bersiap untuk mengambil tindakan atas setiap pelanggaran yang dilakukan oleh Meta, Apple, Google, Microsoft, hingga Amazon setelah undang-undang tersebut berlaku.

Menurut dia, regulasi ini bertujuan untuk menyikapi perilaku raksasa teknologi yang bisa menutup akses pasar dan berkembangnya perusahaan kecil.

Aturan akan memastikan pengguna memiliki akses ke berbagai pilihan produk dan layanan online yang aman. Kemudian, bisnis yang beroperasi di Eropa dapat bersaing dengan bebas dan adil secara online seperti yang mereka lakukan secara offline.

DMA menargetkan perusahaan dengan kapitalisasi pasar lebih dari US$82 miliar dan dengan platform atau aplikasi sosial dengan 45 juta pengguna bulanan.

Aturan tersebut menyatakan bahwa entitas akan menghadapi denda hingga 10% dari total omset di seluruh dunia pada tahun keuangan sebelumnya jika ditemukan melanggar aturan DMA. Kemudian, denda dapat ditingkatkan hingga 20% jika terjadi pelanggaran berulang.

Dalam praktiknya, DMA kemungkinan akan mengganggu model bisnis yang digunakan oleh raksasa teknologi dunia. Misalnya, DMA mengharuskan Apple untuk mulai mengizinkan pengguna mengunduh aplikasi di luar App Store.

Baca Juga:   Rupiah Dibuka Melemah Rp 14.369/US$ Tertekan Rencana Kenaikan Bunga Th

Apple memang menghadapi pengawasan ketat dari Uni Eropa terkait persaingan bisnis. Pabrikan iPhone tersebut dinilai akan mengambil tindakan anti inflamasi pada bisnis streaming musik.

Regulator UE juga sedang menyelidiki Apple karena menerima keluhan dari pesaingnya dalam bisnis streaming musik, Spotify. Dikutip dari Reutersseseorang yang akrab dengan masalah ini mengatakan bahwa Komisi Eropa memberi Apple petunjuk tentang penegakan kasus yang mendalam.

Spotify mengatakan bahwa aturan App Store Apple membatasi pilihan dan menghambat inovasi pengembang aplikasi. Pabrikan iPhone itu juga kedapatan melakukan penipuan dan lebih memilih aplikasi buatan sendiri, yakni Apple Music di app store-nya.

Apple juga menerapkan diskon 30% untuk pengembang. Spotify menyebut ini sebagai pajak yang membatasi komunikasi antara pengembang dengan pelanggannya.

Di bawah DMA, praktik yang dilakukan Apple adalah ilegal. “Inilah sebabnya mengapa kasus anti-monopoli tetap penting,” kata pengacara di Mitra Geradin Damien Geradin seperti dikutip. Reuters bulan lalu (11/4).

Berita ini kami Kurasi dari sumber: katadata.co.id dengan judul aseli Apple hingga Google Terancam Denda Jumbo Aturan Anti-monopoli Eropa

Terkini

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini